Pilkades Cadasngampar Curang, Mahasiswa Jadi Joki Hak Pilih Paslon 01 Ditangkap Polisi

6263

berantasonline.com (Bogor) – Pilkades yang digelar 3 Nopember 2019 di Desa Cadasmgampar, Kecamatan Sukaraja, Bogor, penuh kecurangan, diantaranya seorang mahsiswa inisial HCR perguruan tinggi Tazkia Andalusia Sentul City Bogor ditangkap Polisi, Selasa (05/11).

HCR ditangkap dikontrakannya di Kp Babakan Jengkol, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, pukul 22.30 Wib, oleh para Timses calon Kades No. 02 Lilis Saodah. Selanjutnya HCR yang masih menempuh S2 di perguruan tinggi Andalusia Sentul tersebut diserahkan ke Polsek Sukaraja.

Safrudin Timses No.02 Lilis Saodah kepada berantasonline.com mengatakan, tersangka HCR disuruh oleh Ibu Dede istri Jejen calon No.01. Kuat dugaan bahwa HCR menggunakan surat undangan untuk mencoblos atas nama orang lain.

Ketika ditanya oleh timses tersangka tidak mengakui, namun setelah ada bukti tinta bekas pencoblosan jari kanan tersangka, ia mengakui bahwa dia telah melaksanakan hak pilihnya di Dapil II dari RW 02 terdiri dari 7 RT. Padahal HCR bukan penduduk Desa Cadasngampar, dia adalah warga Jawa Timur, ujar Safrudin, sekarang kuliah di perguruan tinggi Tazkia di komplek Andalusia Sentul Bogor.

Dikatakan, banyak aparat Ketua RT dan RW , LPM, Kader Posyandu, TP PKK terlibat dalam Timses Jejen calon No.01, hal tersebut jelas terlihat ketika dilakukan penghitungan suara di Dapil II hingga dua kali penghitungan karena banyak kejanggalan sesuai DPT yaitu sebanyak 1. 780 hak pilih yang hadir sesuai surat suara masuk 1.600, dari situlah kuat indikasi joki hak pilih dilakukan oleh pihak calon No. 01.

Para kader posyandu yang terlibat timses sedang pesta pora.

Wakapolsek Sukaraja AKP Asyikin ketika dikonfirmasi berantasonline.com, via telepon, Rabu mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap HCR untuk melengkapi bukti bukti tindak pidananya.

HCR ketika dibawa ke kantor Polsek Sukaraja

Masih banyak kejanggalan lain, lanjut Safrudin, yakni money politik, intimidasi dan kampanye gender, dengan haram memilih pemimpin dari perempuan. Timses No. 02 memiliki bukti foto, rekaman, dan vidio atas pelanggaran tersebut. BPD pun diam saja padahal faktanya sudah jelas tidak dilakukan pengawasan, bahkan ketara sekali mendukung calon petahana.

Pilkades Desa Cadasngampar yang diikuti dua calon yakni calon No. 01 Jejen dan calon No. 02 Lilis Saodah, dengan DPT Desa Cadasngampar sebanyak 4.923 hak pilih.

Hingga berita ini diturunkan Calon No. 02 Lilis Saodah masih melengkapi Laporan Polisi di polres Bogor bersama pihak pengacaranya. Sementara Timses terus melengkapi bukti bukti laporan yang akan diserahkan ke Panitia Pilkades Desa Cadasngampar.

(Sam)