Pilkada Depok 2020 Diprediksi Sepi Peminat

107

berantasonline.com Depok

Pilkada Serentak 2020 di Propinsi Jawa Barat bakal menjadi pesta demokrasi yang memberikan tantangan berat bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI karena berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19.

Pilkada bakal berlangsung di 33.305 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di delapan kabupaten/kota.

Pilkada Jabar 2020 rencananya melibatkan 11,6 juta warga yang sudah tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 299 ribu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Jutaan pemilih yang terdaftar dalam DPT 298.939 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut dijadwalkan memberikan suaranya pada Rabu, 9 Desember 2020, mulai pukul 07.00-13.00 WIB.

Dengan 270 pemilihan kepala daerah, yang terdiri atas 9 Pilgub, 224 Pilbup, dan 37 Pilwalkot, Pilkada Serentak 2020 melibatkan warga pemilih di 309 kabupaten/kota.

Tahun ini, pemilihan kepala daerah di Jawa Barat akan berlangsung di delapan wilayah yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kota Depok.

Untuk kota Depok Pilkada tahun 2020 ini, di tetapkan dua calon walikota dan wakil walikota yakni :

Paslon nomer urut 1:

Pradi Supriatna-Afifah Alia
Diusung oleh : GERINDRA, GOLKAR, PAN, PKB, PSI, PDIP

Pradi Supriatna akan mencoblos di Tempat Pemilihan Suara (TPS) 015 Jalan Mani Nomin No 7 RT 003 RW 004, Kelurahan Kukusan, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu pagi ini (9/12/2020)

Sementara Paslon nomer urut 2:
Mohammad Idris-Imam Budi Hartono
Yang di dukung oleh : PKS, PPP, DEMOKRAT, akan mencoblos di TPS 14 Jatimulya, Cilodong.

Bagi warga Depok yang sudah terdaftar dan mempunyai hak pilih di harapkan datang tepat pukul 7.00 hingga 13.00 WIB.

Bagi pasien Covid-19 yang berada di Rumah Sakit juga diharapkan untuk ikut mencoblos.
Para pasien yang akan disambangi ialah mereka yang bergejala ringan dan sedang.

“Yang akan menyambanginya adalah petugas KPPS dari TPS terdekat dari rumah sakit tersebut.
Mereka didampingi oleh tenaga kesehatan di rumah sakit setempat,” ujarnya.

Mereka akan difasilitasi dengan formulir A5 (pindah memilih) agar dapat mencoblos, lalu disiapkan sarung tangan plastik sekali pakai untuk menekan peluang transmisi virus melalui surat suara.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengungkapkan Kota Depok kembali di tetapkan sebagai zona merah atau wilayah beresiko tinggi penularan Covid-19 untuk pekan ini.

“Hari Senin (7/12/2020), satgas pusat menetapkan bahwa untuk Depok zona merah,” ucap Dadang kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Termasuk juga Banten, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Sejak pekan kedua November, Kota Depok memang mengalami lonjakan pesat kasus positif Covid-19 tertinggi di Jawa Barat, dengan total 11.554 kasus per kemarin.

Jelang Pilkada Depok Rabu (9/12/2020) masih ada 2.425 warga Depok yang tengah dirawat karena terjangkit virus SARS-CoV-2.

Pemilihan kali ini diprediksi sepi peminat dan rawan penularan.
Dalam pemetaan yang dilakukan Bawaslu RI, Pilkada Kota Depok dinilai berisiko paling tinggi ditolak warga karena faktor pandemi.

*Achmad Hudori*