Pilkada Bogor Panas, Tudingan Miring Korbankan Alumni UNIDA

357
Ketua Umum LSM PAR, Khotman Idris

berantasonline.com (Bogor) – Pelaksanaan Pemilihan Bupati Bogor dan Walikota Bogor yang tidak lama lagi akan segera digelar, nampaknya telah memunculkan intrik yang menjurus upaya pembunuhan karakter terhadap salah satu calon.

Adanya aksi sepihak dari BEM Universitas Juanda (UNIDA) Bogor belum lama ini yang melakukan unjuk rasa ke kantor KPK Jakarta, dinilai sarat dengan nuansa politis yang memunculkan penilaian negatif terhadap Calon Bupati Bogor Ade Yasin dan Calon Wakil Walikota Bogor Zainul Muttaqin.

Ketua Umum DPP LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR) Khotman Idris, sangat menyesalkan tindakan unjuk rasa yang dengan gagah berani menghancurkan nama baik Alumni UNIDA sendiri. Sebagaimana diketahui, Ade Yasin adalah Alumni Magister Hukum UNIDA yang sedang bertarung mengikuti Pilkada Kabupaten Bogor.

“Semestinya pihak Universitas Juanda harus arif dalam mencerna munculnya issue yang belum tentu kebenarannya. Saya jadi curiga jangan jangan ini ada kepentingan politik karena sebelumnya salah seorang pimpinan Unida melakukan buka bersama dengan salah seorang calon lainnya”, ujar khotman.

Kamis lalu (31/5), puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Juanda Bogor berunjuk rasa di Kantor KPK Jakarta dengan membawa berkas berkas yang katanya berisi kasus tanah di daerah Jonggol.

Terlepas dari permasalahan tudingan miring tersebut, menurut Khotman, seharusnya pihak kampus melakukan cross cek dulu permasalahan yang dituduhkan kepada alumninya sendiri,

“Jangan main telan begitu saja, jadi ada kesan almamater membully alumninya sendiri, sebab permasalahan pertanahan cukup rumit dan tidak sederhana”, pungkas Khotman.

Sementara itu, Hasan Hamzah, SH. MH dan Andry Santosa, SH. MH, dua orang alumni Magister Hukum Universitas Djuanda sangat menyayangkan kondisi ini, dimana menurut mereka seharusnya Unida sebagai Almamater bersikap netral dan bijaksana apalagi yang maju dalam Pilkada adalah Alumni nya sendiri.

“Seyogyanya dilakukan tabayun, ibu Ade Yasin diundang diminta penjelasan, saya kira beliau akan datang ke kampus yang menjadi Almamaternya”, ujar Andry.

(bust)