Petugas Kimia Farma di Bandara Kualanamu Pakai Rapid Antigen Daur Ulang

150

Aparat kepolisian mengamankan empat orang petugas Kimia Farma yang melakukan rapid tes antigen covid-19 di Bandara Kualanamu, Medan.

Ia diamankan karena diduga menggunakan rafid antigen daur ulang yang membuat hasil pemeriksaan covid terdeteksi positif.

Hal ini terkait banyaknya keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil Rapid antigen Positif covid -19 dalam kurun waktu lebih kurang 1 minggu.

Menurur keterangan dari Dirkrimsus Polda Sumatera Utara, Selasa (27/4/2021) pukul 15.45 WIB, telah mengamankan empat orang petugas Laboratorium Refid Antigen Kimia Farma Lantai M, Bandara Kualanamu, Medan.

Sebelumnya, anggota Krimsus poldasu menyamar sebagai penumpang dengan menggunakan pakaian sipil sebagai calon penumpang salah satu pesawat, melaksanakan test rapid antigen. Selanjutnya petugas krimsus mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrian.

Setelah mendapatkan nomor antrian maka petugas krimsus di panggil nama dan masuk ke ruang pemeriksaan untuk di ambil sampel yang di masukkan alat tes rapid antigen kedalam kedua lubang hidung .

Setelah selesai pengambilan sampel maka petugas krimsus menunggu di ruang tunggu sambil menunggu hasil rapid antigen, berselang sekira 10 menit menunggu, hasil di yang di dapatkan “Positif”

Setelah itu terjadi perdebatan dan saling balas argumen maka di periksalah seluruh isi ruangan labolatorium rapid antigen dan para petugas kimia farmanya di kumpulkan, maka petugas kirmsus poldasu mendapati barang bukti berupa ratusan alat yang di pakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel bekas yang telah telah di daur ulang.

Menurut keterangan dari petugas kimia farma, yang ketakutan saat di interogasi oleh petugas kirmsus Poldasu mengatakan “Alat yang di gunakan untuk pengambilan sampel yang di masukkan ke dalam hidung setelah di gunakan, di cuci dan di bersihkan kembali lalu dimasukkan kedalam bungkus kemasan dan di gunakan kembali untuk pemeriksaan orang berikutnya.

Selanjutnya pukul 16.15 WIB, Kanit 2 Subdit 4 Tipiter Krimsus Polda Sumut, AKP Jeriko membawa para petugas Kimia Farma berikut barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan berupa :
Komputer 2 unit, Mesin printer 2 unit, Ratusan alat rapid test bekas yang sudah di cuci bersih dan telah di masukkan kedalam kemasan, ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum di gunakan serta uang kertas.

Achmad Hudori