Pengelola Bagikan Profit Sharing, Investor Hotel Le Eminence Ciloto Makin Kecewa

195

Bogor, BERANTAS

Akhirnya setelah lama menunggu kepastian pembagian bagi hasil kuartal ke dua tahun 2021, pihak pengelola Kondotel Hotel Le Eminence Ciloto Puncak, PT Eminence Hospital Service (EHS) membagikan hak para investor yang ditransfer ke rekening masing masing investor. Pembagian serentak tanggal 12 Oktober 2021 genap 41 hari dari tutup buku kuartal kedua.

“Alhamdulillah, saya bersyukur hari ini masuk ke rekening Rp. 6.857.312,- untuk 4 bulan masa pengelolaan atau setara 1,7 juta per bulan per unit. Sebetulnya, jujur, ini tidak sepadan dengan nilai investasi per unit kondotel yang rata rata Rp. 1,5 milyar” ujar Haerul Ikhwan, salah satu investor, pemilik unit kondotel.

“Berapapun nilai bagi hasil, sebenarnya tidak masalah, karena itu bagian dari resiko bisnis, namun yang terpenting adalah, adanya sosialisasi atau penjelasan dari pengelola hotel, mengapa angkanya hanya Rp. 6.857.312,- untuk 4 bulan” ujar Bagus, salah satu pemilik unit kondotel.

“Laporan keuanganpun tidak dikirimkan ke email atau ke alamat rumah investor”, tambah Bagus menjelaskan.

Joko, salah satu pemilik menjelaskan, “Saya kecewa dan menyesal, telah menginvestasikan tabungan saya ke Kondotel Hotel Le Eminence ini, untuk mendapatkan passive income minimal 15 juta per bulan sesuai janji Zaid Mahdani, yang dituangkan dalam simulasi income. Sebagai pengelola/operator hotel PT. Eminence Hospitality Service tidak transparan. Apabila tidak ada penjelasan dan kepastian Profit Sharing kedepan, investor akan melakukan upaya Buy-Back ke PT. Kurnia Propertindo Sejahtera (Developer)”.

Kekecewaan terus mengalir dari para investor lainnya.

“Saya sangat khawatir, selain investasi Kondotel Hotel Le Eminence ini, saya juga investasi di kondotel Melia Bintan. Keduanya sama sama bagian dari PT Kurnia Propertindo Sejahtera (KPS). Yang di Eminence sudah mengecewakan, yang di Bintan belum selesai selesai pembangunannya” ujar Rina, investor dari Jakarta.

Kerugian besar malah dialami salah satu investor lainnya, Lenny, pasalnya ia membeli unit kondotel hotel Le Eminence lewat KPR, “Saya diiming imingi profit investasi lewat brosur dan simulasi income yang akan mendapatkan 15 juta per bulan, sampai hari ini, saya selalu nombok. Sungguh saya sangat menyesal investasi kondotel ini”.

“Akan kami tampung kekecewaan investor Kondotel Hotel Le Eminence ini, kami sangat prihatin. Kejadian ini bisa berdampak buruk terhadap iklim investasi di Cianjur” ujar Hendra Malik selaku Ketua DPD YLKPN Provinsi Jawa Barat.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak Legal PT EHS yang diwakili oleh Bapak Pajar, belum merespon pertanyaan dari salah satu investor yang menanyakan kapan pihak pengelola bisa menjelaskan kepada para investor mengenai pembagian bagi hasil kuartal 2 tahun 2021.

Haerul Ihwan sudah berusaha semaksimal mungkin mengkonfirmasi kepada pihak pengelola, agar informasi ini bisa berimbang, kepada media ini, Haerul mengirimkan bukti chat whatsapp dengan Kuasa hukum pengelola Pajar dan Adriansyah yang juga belum dibalas.

Haerul berharap dan mempersilahkan pengelola untuk segera menanggapi para investor.

Yang menarik, Haerul Ikhwan juga bahkan sampai membuat video sendiri, untuk sekedar mengungkapkan kekecewaan para investor kepada pengelola Hotel Le Eminence yang tidak mau diajak komunikasi dan koordinasi. Video yang diberi Judul Pak Zaid…aku kangen tersebut diunggah Haerul di kanal Youtube pada 26 September 2021.

Hingga saat ditulis berita ini, video tersebut sudah ditonton 900 youtuber lebih dan 80 like, juga dalam kolom komentar tayangan Haerul ini, tidak kurang 170 lebih komentar dukungan dari netizen.

Bahkan dalam komentarnya ada yang mengaku eks karyawan hotel ini yang menyampaikan bahwa pengelolaan properti ini tidak transparan.

Sebagai informasi, hingga hari ini, Hotel Le Eminence memang tetap masih menjadi penginapan favorit warga untuk destinasi wisata di wilayah puncak. Rate kamar sekitar 1,5 juta – 3 juta untuk 1 malam. Hotel yang memiliki 18 lantai dengan view pemandangan terbaik diapit aliran sungai menambah sempurna kenyamanan wisatawan untuk menginap.

(Meidina/red.1)