Pemotongan Hewan Qurban di Beji Depok

232

berantasonline.com (Depok)

Meski Idul Adha 2020 telah dilaksanakan Jumat (31/1/2020) kemarin, hari ini Sabtu prosesi penyembelihan kurban masih dilakukan di beberapa tempat.

Seperti di RT.05/01 Jln Baiturahim 2, Kelurahan Beji timur, Kecamatan Beji, pemotongan dimulai dari jam 07 WIB sampai dengan selesai yang terdiri dari 2 ekor Sapi dan 8 ekor kambing.

Drs. M Yusup (Pensiunan Departemen Kesehatan) selaku Ketua Rukun Tetangga mengatakan kepada wartawan Koran Berantas bahwa daging daging kurban ini akan dibagi bagikan kepada warganya dan kaum duafa yang kurang mampu serta panitia kurban.

Begitu juga halnya di Mesjid At Taqwa pemotongan dilakukan Sabtu pagi dengan jumlah sapi 20 ekor dan beberapa ekor kambing.

Ketua panitia hewan kurban, Sanda mengatakan bahwa pemotongan tahun ini beda dengan tahun tahun sebelumnya kali ini kita mengutamakan protokol kesehatan dengan tidak membolehkan penonton masuk ke lokasi pemotongan hewan, menjaga jarak dan menggunakan masker serta cuci tangan.

Bahkan ketua DKM Mesjid At Taqwa H.Rusli yang juga merangkap sebagai pemotong hewan kurban bisa melaksanakan pemotongan jauh lebih cepat tidak seperti tahun tahun kemarin karena tempat pemotongan sudah disiapkan dari sebelumnya dan tidak di tonton banyak orang.

Ini syarat, dan rukunnya hingga daftar orang yang berhak untuk mendapatkan daging kurban.

Selain persyaratan itu, umat Islam juga harus memperhatikan usia dan keberlakuannya.

Sebut saja unta, umur 5 tahun ke atas, berlaku untuk 10 orang.

Sapi, umur 2 tahun ke atas, berlaku untuk 7 orang.

Kambing atau domba, umur 1 tahun ke atas, berlaku untuk 1 orang.

Sunah Saat Menyembelih Hewan Kurban
Saat menyembelih hewan kurban, kita disunnahkan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Memakai alat potong yang tajam untuk memudahkan penyembelihan
  • Hewan yang disembelih hendaknya menghadap arah kiblat
  • Memotong dua urat yang ada di kiri dan kanan leher agar lekas mati
  • Membaca doa saat menyembelih hewan

بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَ

Arab-Latin: Bismillahi wallahu akbar…

Terjemahan: Dengan menyebut nama Allah

Perlakuan hewan :

a. Istirahat cukup di tempat nyaman

b. Proses penyembelihan tidak disaksikan hewan yang akan disembelih (dipisahkan) dan jauh dari kerumunan massa

c. Perebahan yang tidak menyakitkan hewan

Tempat Penyembelihan

a. Bersih, cukup luas dan adanya saluran pembuangan darah

b. Adanya lubang saluran pembuangan darah

Peralatan Penyembelihan

a. Pisau tajam dan bersih

b. Memakai pakaian yang bersih dan alat pelindung diri

c. Tersedia sabun dan air bersih yang mengalir

Teknik Penyembelihan Hewan

a. Hewan direbahkan pada posisi bagian kiri disunahkan menghadap kiblat

b. Keempat kaki diikat

c. Wajib membaca doa sebelum penyembelihan

Doa: “Bismillahi Allahu Akbar”

d. Tempat penyembelihan pada bagian leher di belakang jakun

e. Memotong tiga saluran (saluran pernafasan, makanan, pembuluh darah) dengan satu kali sayatan tanpa mengangkat pisau

f. Memeriksa kelayakan proses penyembelihan dengan memastikan tiga saluran terputus

Menetapkan Status Kematian Hewan Penyembelihan (minimal > 2 menit)

a. Tidak adanya respon/reflek kornea mata (mata tidak berkedip)

b. Tidak adanya gerakan pada perut

c. Berhentinya aliran darah dari pembuluh darah yang terpotong.

Proses Tindak Lanjut Setelah Pemotongan

a. Pemisahan kepala dan kaki

b. Pengulitan digantung di tempat yang bersih

c. Pemisahan jeroan merah (hati, jantung, ginjal, limpa) dan hijau (lambung dan usus)

d. Jeroan hijau segera dicuci di tempat yang terpisah

e. Pemotongan daging dilakukan di tempat yang bersih dan terlindung dari sinar matahari

f. Kantong plastik untuk daging dan jeroan dipisahkan, gunakanlah kantong plastik tidak berwarna (untuk makanan)

g. Daging yang sudah dikemas segera didistribusikan

h. Lubang bekas saluran darah harus di tutup kembali dengan rapi.

Ketentuan pembagian daging kurban Hari Raya Idul Adha :

1/3 Ahli bait, istri anak di rumah;
1/3 Untuk sahabat kerabat tetangga;
1/3 Untuk fakir miskin beliau yang berhak.

Jika disekitar rumah tidak ada fakir miskin, karena tinggal di kawasan orang berkecukupan, maka dianjurkan untuk mencari di daerah lain.

Memberikannya pada orang-orang fakir miskin, sehingga mereka juga bisa merasakan daging kurban.

Berikut ketentuan pembagian daging hewan kurban Hari Raya Idul Adha

  1. Orang yang berkurban berhak menerima maksimal sepertiga dari daging kurbannya.

ـ (ولا يأكل المضحي شيئا من الأضحية المنذورة) بل يتصدق وجوبا بجميع أجزائها (ويأكل) أي يستحب للمضحي أن يأكل (من الأضحية المتطوع بها) ثلثا فأقل

Artinya, “(Orang yang berkurban tidak boleh memakan sedikit pun dari ibadah kurban yang dinazarkan [wajib]) tetapi ia wajib menyedekahkan seluruh bagian hewan kurbannya. (Ia memakan) maksudnya orang yang berkurban dianjurkan memakan (daging kurban sunnah) sepertiga bahkan lebih sedikit dari itu,”

  1. Orang yang berkurban tidak boleh menjual daging kurbannya.

ـ (ولا يبيع) المضحي (من الأضحية) شيئا من لحمها أو شعرها أو جلدها أي يحرم عليه ذلك ولا يصح سواء كانت منذورة أو متطوعا بها

Artinya, “Orang yang berkurban (tidak boleh menjual daging kurban) sebagian dari daging, bulu, atau kulitnya. Maksudnya, ia haram menjualnya dan tidak sah baik itu ibadah kurban yang dinazarkan (wajib) atau ibadah kurban sunnah,”

  1. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dalam bentuk daging segar.

ويطعم) وجوبا من أضحية التطوع (الفقراء والمساكين) على سبيل التصدق بلحمها نيئا فلا يكفي جعله طعاما مطبوخا ودعاء الفقراء إليه ليأكلوه والأفضل التصدق بجميعها إلا لقمة أو لقمتين أو لقما

Artinya, “Orang yang berkurban wajib (memberi makan) dari sebagian hewan kurban sunnah (kepada orang fakir dan miskin) dengan jalan penyedekahan dagingnya yang masih segar. Menjadikan dagingnya sebagai makanan yang dimasak dan mengundang orang-orang fakir agar mereka menyantapnya tidak memadai sebagai ibadah kurban. Yang utama adalah menyedekahkan semua daging kurban kecuali sesuap, dua suap, atau beberapa suap,”

Sebagian ulama berpendapat pembagian daging kurban dibagikan menjadi 3 bagian: yaitu untuk orang miskin, orang kaya. dan orang yang berkurban.

(Achmad Hudori)