Pemkab Sumenep Bentuk Forum Pencegahan dan Pengendalian TBC

27

berantasonline.com Sumenep

Di Kabupaten Sumenep dalam perjalan waktu selama tiga tahun terakhir jumlah kasus penderita TBC diklaim relatif meningkat, seperti yang diungkap oleh kepala Daerah Sumenep Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si apa sebagaimana data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep dari tahun 2017 hingga 2019 yang terus menunjukkan peningkatan.

Maka Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai langkah untuk menanggulangi angka penderita TBC (Tuberkulosis), membentuk forum pencegahan dan pengendalian yang dikenal dengan penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium Tuberculosis.

Dengan adanya penemuan kasus TBC pada tahun 2017 sebanyak 1.627 jiwa, pada tahun 2018 ditemukan 1.709 jiwa dan pada tahun 2019 jumlah kasus TBC yang ditemukan berjumlah 1.882 jiwa.

Dengan itu Bupati Sumenep berharap agar semua pihak untuk bersama-sama bersinergi proaktif dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Sehingga angka penderitanya dari kasus tersebut menjadi menurun di tahun-tahun selanjutnya dibandingkan tiga tahun terakhir itu.

Bupati menjelaskan, dalam pembentukan forum pencegahan dan pengendalian TBC, semua pihak yang terlibat diharapkan untuk menyebarluaskan informasi tentang pencegahan penularan penyakit dan mengajak masyarakat ber-Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah-langkah itu, kata Bupati Sumenep, dengan melalui pendekatan intensifikasi dengan upaya promotif dan preventif.

“Akan tetapi upaya kuratif dan rehabilitatif tidak diabaikan. Dan untuk kegiatan promotif dan preventif kami melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep sampai tingkat desa,” ujar Bupati Sumenep, seraya menambahkan semuanya itu guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit TBC dan cara mencegah penularannya.

sehingga seiring dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 ini untuk bebas TBC bisa tercapai.
Diharapkan kerja sama STPI yang melibatkan berbagai unsur masyarakat itu bisa meningkatkan penyuluhan pencegahan penularan penyakit TBC untuk mempengaruhi pola pikir masyarakat. di samping itu juga sekaligus untuk memotivasi masyarakat di Kabupaten Sumenep untuk ber-PHBS.

Di akhir jabatannya sebagai Pemerintah Kabupaten Sumenep beliau sangat membutuhkan kerjasama ploting area untuk program pencegahan dan pengendalian TB di Sumenep. Serta dalam kerja sama tersebut telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan STPI, sekaligus perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dan STPI telah dilakukan pada bulan November tahun 2019 lalu berkelanjutan ,” Ungkap Bupati Sumenep Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si.

(Mam)