Pemkab Pesibar Dukung Pemekaran Kecamatan Bangkunat

394

berantasonline.com (LAMPUNG)

Masyarakat marga Belimbing,Way Haru sangat berharap kepada Pemerintah Pusat melalui Kemendagri, agar daerahnya segera dimekarkan sebagai salah satu Kecamatan baru di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Keinginan tersebut disampaikan beberapa tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. Diantara nya Zulqoini Syarif, Ali Yazid, Fathul Ilmi, Tasman, Mat Nawawi dan Mat Helmi saat bertemu di daerah Way Haru beberapa waktu lalu.

Menurut mereka, keinginan agar wilayah Way Haru, yang sekarang masih menginduk dengan Kecamatan Bangkunat, sudah beberapa kali diajukan ke Kemendagri agar wilayah mereka dijadikan kecamatan baru.

“Kita sudah berapa kali mengajukan permohonan agar wilayah kita bisa dimekarkan jadi kecamatan baru,
namun hingga kini belum ada respon”, ujarnya.

Menurut salah satu tokoh Way Haru, Ali Yazid, keinginan masyarakat diwilayah Way Haru untuk dijadikan kecamatan baru, sangatlah berdasar.

Karena menurut dia, masyarakat di wilayahnya sangat sulit untuk mendapatkan layanan publik, seperti pengurusan administrasi kependudukan, pembuatan KTP, KK dan administrasi lainya.

“Kita masyrakat Wilayah Way Haru, harus bersusah payah mengurus ke Kantor kecamatan Bangkunat yang berada di wilayah pekon Penyandingan, yang jarak dari Way Haru sendiri sekitar 20 km, atau bila ditempuh dengan jalan kaki, akan memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan, sementara kalau menggunakan sepeda motor atau mobil sekitar 2.5 sampai 3 jam perjalalan.Tak jarang juga, bila cuaca tidak memungkinkan, seperti musim hujan, atau gelombang pasang air laut, sedang tinggi, masyarakat Way Haru menggunakan gerobak sapi, sebagai alat transportasi dan waktu tempuh pun akan lebih lama”, jelasnya.

Lanjut Ali Yazid, selain alasan agar masyarakat di daerah tersebut mudah dalam mendapatkan pelayanan publik, juga diharapkan masyarakat setempat bisa lebih mudah lagi dalam menjual hasil bumi yang ada, seperti Damar, Lada, Cengkeh, Kakao, Kelapa, Kopi, dan hasil bumi lainya.” ya kalau kita jadi kecamatan sendiri, “Kita tidak perlu susah susah lagi membawa hasil bumi ke pasar Way Heni. Kita punya pasar sendiri, pasar kecamatan nantinya, yang diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Way Haru itu sendiri”, harapnya.

Dikatakan juga olehnya, di wilayah Way Haru, pada saat ini terdapat 5 pekon (Desa), pekon Bandar Dalam, pekon Way Haru, pekon Way Tiyas, pekon Siring Gading dan Pengekahan.
Wilayah Way Haru sendiri didiami sekitar 8000 sampai 10.000 jiwa.

“Di wilayah Way Haru juga sudah ada beberapa sekolah, dari tingkat Taman Kanak Kanak (TK), sekolah dasar (SD), SMP, hingga SMA. selain sekolah, Alhamdulilah sejak kepemimpinan Bupati Agus Istiqlal, jalan darat yang menghubungkan wilayah Way Haru dengan Way Heni sudah dibuka pada 2016 lalu”, pungkasnya.

Menanggapi keinginan masyarakat Way Haru tersebut, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (TAPEM) Setdakab Pesisir Barat, Sukmawati, saat dijumpai diruang kerjanya, Senin (2/9) mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisai ke Way Haru terkait rencana pemekaran wilayah.

“Kita dukung dan sudah diusulkan ke Kemendagri, namun hingga saat ini rencana pemekaran kecamatan memang belum ada respon”, kata Sukmawati.

Ia berharap kepada semua unsur masyarakat Way Haru terutama para tokoh, agar bahu membahu menyiapkan data penunjang sebagaimana yang diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa.

“Jangan hanya pengen mekar saja, tapi juga harus kerja dengan cara menyiapkan data data penunjang. Silahkan lengkapi syrarat syarat pemekaran sebuah wilayah, jadi jangan pengen mekar tapi data ataupun syarat syarat pemekaran tidak dilengkapi”, pungkasnya.

(Benk)