Pemda Depok Kembali Terbitkan Surat Edaran Perpanjang PSBB

31

Berantas online.com Depok

Pemerintah daerah kota Depok – Jawa Barat kembali menerbitkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor 8.02/323/GT/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional untuk Pencegahan, Penanganan, dan Pengendalian Virus Corona, melalui Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pejabat Sementara Wali Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, perpanjangan PSBB maupun PPKM di Kota Depok telah dituangkan pada surat edaran nomor 8.02/323/GT/2021. Perpanjangan PSBB maupun PPKM dilakukan selama dua pekan dari mulai tanggal 23 Februari hingga 8 Maret 2021,” ujar Sri Utomo, Selasa (23/2/2021).

Dalam SE ini perpanjangan PSBB Pra AKB untuk Pencegahan, Penanganan, dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Depok melalui PPKM diberlakukan selama 14 hari. Terhitung mulai 23 Febuari hingga 08 Maret 2021.

PPKM juga dilakukan dengan mempertimbangan kreteria zona pengendalian wilayah hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dengan empat kriteria. Yaitu Zona Hijau, Zona Kuning, Zona Orange, dan Zona Merah.

Dalam SE tersebut juga mengatur PPKM Skala Kota harus membatasi tempat kerja atau perkantoran melalui penerapan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen dan Work from Office (WFO) 50 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat. Kemudian, melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring atau online.

Sementara untuk sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi, teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, kontruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100%. Dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan dengan lebih ketat.

Kegiatan restoran untuk makan atau minum di tempat sebesar 50 persen dan layanan makanan melalui pesan-antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Sedangkan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan atau mal hingga 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas warga sampai dengan 21.00 WIB.

Tempat – tempat ibadah juga masih dapat dilaksanakan dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Sedangkan untuk kegiatan fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara dan dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional transportasi umum.

Sanksi bagi warga yang tidak menggunakan masker diluar rumah/tempat umum/fasilitas umum denda adiministrasi Rp100.000-Rp250.000,- ditambah dengan hukuman kerja sosil berupa membersihkan sarana fasilitas umum.

Begitu juga halnya dengan hotel yang menciptakan kerumunan dalam area hotel dan tidak menerakan protokol pencegahan penyebaran covid-19, dihentikam sementara kegiatan berupa penyegelan selama PSBB dan denda administrasi Rp25-Rp50 juta.

Achmad Hudori