Pembatalan Pesanan Bilboard Secara Sepihak, Kades Tegalurung Sebut Nama Ketua IKD

125

Karawang, BERANTAS

Penyelesaian masalah pembatalan secara sepihak pemesanan bilboard kepada CV. Expresi Energi Nata Kencana (EENK) yang ditandatangani 27 Mei 2021, oleh Toto Nur Anwari Kepala Desa Tegalurung Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, belum menemui titik terang.

Pihak CV. EENK menilai, keputusan Kades Toto yang memutus pesanan sepihak merupakan tindakan arogan, hingga mengakibatkan kerugian karena material bilbioard telah disiapkan.

Alhasil, CV. EENK tidak terima dan melayangkan surat somasi/teguran kepada Kades Toto, karena surat order bernomor 1/SPN/PNR/03/2021
tanggal 27 Mei 2021, memiliki kekuatan hukum ditandatangani dan stempel Desa diatas materai.

Kades Tegalurung ketika mediasi seringkali menyebut-nyebut nama salah seorang Kades sekaligus Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) diwilayah Cilamaya Kulon berinisial (SS), yang terkait dalam pembatalan tersebut.

Dikatakan oleh Kades Toto dihadapan awak media ini dan pihak CV. EENK, dirinya mengikuti kehendak SS yang dianggap senior agar pekerjaan bilboard tersebut diserahkan kepada pihak lain, bahkan pembayaran harus melalui Kades SS sebesar Rp 12 juta dari item kegiatan sebesar Rp 17.500.000 setelah dana Bangub TA 2021 cair.

Dalam pertemuan pada Selasa (12/10), Kades Toto berdalih tiang bilboard yang sudah terpasang keadaanya goyang atau kurang kokoh, padahal hingga tanggal 11 Oktober 2021 sekalipun belum pernah terjadi pembayaran bahkan berita acara penyerahan barang belum ditandatangani.

Keterangan Toto Nur Anwari Kades Tegalurung tersebut direspon oleh salah seorang Kades Aktif diwilayah Cilamaya Kulon yang meminta namanya tidak ditulis.
“Dalam pembatalan pesanan secara sepihak kepada CV. Expresi Energy Nata Kencana tidak seharusnya Kades Tegalurung menyebut dan menuding nama salah seorang Kades lainya ikut kedalam urusan pribadi, karena sebelumnya ternyata telah dikerjakan pihak lain, tentunya perlu ditanya terlebih dahulu apakah sudah pesan dengan pihak lain atau belum. Logika saja itu kesalahan pribadi tidak perlu melibatkan orang atau pihak kades lain untuk mencari alasan”, tegasnya.

(Yusup)