Pembangunan Perumahan Genta Buana Residence dan Waterboom di Desa Bojong Klapanunggal Timbulkan Masalah

286

Bogor, BERANTAS

Pembangunan Perumahan Genta Buana Residence dan Waterboom oleh Pengembang PT.Citra Rosalent seluas 8 hektar didua Desa yakni Desa Kahuripan Cileungsi dan Desa Bojong Kecamatan Kelapa Nunggal diduga bermasalah.

Proyek Waterboom yang menurut rencana dalam bulan Agustus ini akan di launching ternyata Komplek Perumahannya mengurug Jalan Desa dan menutup akses masuk pemilik tanah disekitarnya juga mencabut tiga tiang listrik sebagai pembatas jalan.

Diantara pemilik lahan terdapat tanah milik Wartawan/Staf
Redaksi Koran Berantas Irawan Ridwan seluas 2000 M2 lebih.

Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab Koran Berantas Drs H.Bustanul Daham M.Si setelah menerima laporan dari Wartawan Berantas H.Irawan Ridwan SE, MM dimana lokasi tanah miliknya telah ditutup akses jalan masuknya dan diurug oleh pengembang PT.Citra Rosalent, setelah dia mengecek langsung ke lokasi Jum’at (13/8-2021) mengatakan, Bagaimanapun tindakan menutup Akses Jalan Desa dan menutup jalan bagi lokasi tanah orang lain itu merupan perbuatan melanggar hukum ujar Pemimpin Redaksi Koran Berantas Bustanul Daham. Untuk itu dia memerintahkan Biro Hukum Koran Berantas Irawansyah SH.MH untuk turun memberikan bantuan hukum atas perlakuan yang sangat merugikan Wartawan Berantas Irawan Ridwan.

Ketua Umum DPP LSM PAR Khotman Idris Sabtu (14/8-2021) mengatakan PT.Citra Rosalent membangun Perumahan dan Waterboom diatas lahan 8 hektar berlokasi didua. desa yakni Kahuripan dan Desa Bojong Kecamatan Kelapa Nunggal Kabupaten Bogor yang menurut rencana akan melaunching Waterboom pada bulan Agustus ini.

Namun menurut Ketua Umum LSM PAR itu dalam pelaksanaan pembangunan kavling perumahan memakan jalan desa yang sudah diatur dalam Tata Ruang BPN sehingga lokasi yang ada berbatasan tertutup tidak ada akses jalan.

Oleh karena itu Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor yangmembuat Perizinan Atasnama Bupati Bogor agar segera turun kelapangan bila perlu Kaji Ulang Site Plannya. Kalau terdapat pelanggaran oleh Pengembang segera ditindak tegas ujar Khotman dengan nada tinggi. Khotman geleng geleng kepala atas tindakan pengembang tersebut.

Irawan Ridwan selaku pemilik tanah ada patok BPN dan tiga tiang listrik sebagai batas dicabut dan dipindahkan keareal pengembang ditambah akses jalan desa diurug dan ditutup, ujarnya. Ini diduga sebagai strategi dari pengembang supaya lokasi lahan saya bisa terjual dengan harga murah. Tapi ini melanggar hak saya sebagai Warga Negara tentunya saya menolak keras ujar Irawan Ridwan.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya oleh Irawan Ridwan pernah dihubungi melalui ponselnya oleh seseorang beritial W Yang meminta membebaskan lahan lokasi miliknya dengan harga tidak logis yakni Rp 250.000 per M2 yang diduga akan dicalokan, tentunya saya menolak, ujar Irawan.

Menurut keterangan yang berhasil dikumpulkan oleh Koran Berantas bahwa pihak Pengembang menjual kavling seluas 60 M2 dengan harga Rp 178.000.000. Sehingga wajarlah apabila Irawan Ridwan bertahan dengan membuka harga Rp 1 juta per M2.

Bagian Administrasi Pengembang Rony Riski di dampingi Wawan Bagian pelaksana PT Citra Rosalent Perumahan Genta Buana Resident mengatakan akan segera mengkoordinasikan dengan atasannya.

Demikian pula. Ketua RW Mista dan Staf Desa Bojong Kecamatan Kelapa Nunggal Pak haji Seksi Pemerintahan akan segera menertibkan aset desa demi kepentingan umum, ujarnya.

( Red.1)