Pembalakan Liar Hutan Harapan Semakin Marak

30

berantasonline.com (JAMBI) – Pembalakan liar kini semakin marak melanda Hutan Harapan perbatasan Jambi-Sumatera Selatan. Ribuan meter kubik kayu hasil curian dari perbatasan dialirkan melalui sungai kapas, Sungai Meranti dan Sungai Batanghari. Kayu kayu hasil curian tersebut adalah jenis kayu bulian, meranti, kempas dan jenis lainnya.

Manager Perlindungan Hutan Harapan TP. Damanik mengatakan, penegakan hukum terpadu sangat mendesak untuk menyetop aktivitas illegal itu. Sebab tanpa dukungan aparat, para pembalak sulit dikendalikan oleh Tim Patroli di hutan itu. “Bahkan mereka tidak segan segan bertindak anarkis ketika tim tengah berpatroli”, ujarnya.

TP Damanik mengatakan, aktivitas liar ini diketahui marak kembali sejak Desember 2019 seiring meningkatnya debit air sungai pada musim hujan, jalur darat sulit diakses sehingga para pembalak mengandalkan jalur sungai untuk mengantar kayu kayu hasil curian ketempat tempat pengolahan.

Kayu kayu bulat yang dialirkan melalui ketiga sungai diatas mencapai hingga ribuan meter kubik dengan diameter mulai dari 30 hingga 80 sentimeter. Lebih dari 1000 meter kubik yang ditemukan sedang dialirkan pada Jumat lalu (8/3).

Dihilir Sungai Batanghari Leko setidaknya terdapat 8 usaha pengolahan yang menampung dan mengolah kayu curian tersebut. Kayu diolah menjadi papan untuk selanjutnya dikirim ke bangsal bangsal kayu disejumlah tempat.

Kepala Dinas Kehutanan Jambi Ahmad Bestari ketika dihubungi Wartawan lewat telpon mengakui belum mengetahui maraknya pembalakan liar disana. Bestari berjanji akan mempelajari dan mencari solusi dan akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Sumatera Selatan.

Hutan Harapan dibatas jambi dan Sumsel seluas 98.555 hektar kini terancam oleh berbagai aktivitas illegal.

(PM/KP/red.1)