Peduli Kesehatan Warga dan Karyawan, Lorin Sentul Hotel Berikan Vaksin Difteri

91

berantasonline.com (Bogor) – Menyambut Hari Ulang Tahun Lorin Sentul Hotel ke 7 yang jatuh pada 21 Mei 2018 mendatang, manajemen hotel mengelar bakti sosial (baksos) dengan memberikan pelayanan kesehatan Vaksin Difteri kepada masyarakat sekitar, anak yatim dan karyawan hotel.

Manajemen Lorin Sentul Hotal menggelar baksos layanan kesehatan Vaksin Difteri bekerjasama dengan Rumah Sakit Family Medical Centre (FMC) yang berlangsung di Ruang Pit 4, Lorin Sentul Hotel, Sabtu (5/5/18).

General Manager Lorin Sentul Hotel, Heri Haryosa mengatakan, kegiatan baksos layanan kesehatan pemberian Vaksin Difteri ini merupakan salah satu implementasi Program Corporate Social and Responsibility (CSR) yang diselenggarakan setiap tahun dimana sebelumnya sudah dilakukan baksos donor darah pada 28 April 2018 yang diikuti oleh staf dan karyawan serta jajaran TNI dari Yon Armed 10, Ciluar untuk melaksanakan medical chek up.

“Rangkaian kegiatan baksos ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut hari jadi Lorin Sentul Hotel yang ke- 7, pada tanggal 21 Mei mendatang, sekaligus ulang tahun H Tinton Soeprapto sebagai Owner dari Lorin Sentul Hotel,” katanya.

Heri yang dipercaya sebagai Direktur Lorin Sentul Hotel di dampingi Human Capital & Development Manager Lorin Sentul Hotel, Yudha Herdian, mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Lorin Sentul Hotel kepada masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka ulang tahun dan sebagai rasa syukur kami ingin berbagi rejeki dan kasih sayang kepada warga sekitar hotel dan anak yatim.

“Sudah enam tahun kami melaksanakan baksos khitanan massal bagi warga sekitar. Namun tahun ini peserta khitanan massal diwilayah sekitar sudah tidak ada. Maka manajemen menggantinya dengan kegiatan pelayanan kesehatan Vaksin Difteri,” ujar Heri yang dipercaya mengelola sedikitnya 7 hotel termasuk di wilayah Bali.

Sementara itu, dr Adi Sentosa dari Rumah Sakit FMC menjelaskan, penyakit difteri ini dirasanya sangat mengerikan dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Difteri ini merupakan Infeksi racun akut yang ditularkan melalui air liur, udara biasanya mudah menyebar di pemukiman padat penduduk dan yang kekurangan gizi, gejala akan dirasakan setelah 2 hari penderita tersebut tertular,” jelasnya.

Adapun gejala yang dirasakan jika seseorang terkena penyakit difteri, orang tersebut akan mengalami kondisi demam, sakit pada tenggorokan, kemudian dipangkal tenggorokan terdapat selaput abu-abu yang bisa membesar dan menyumbat aliran saraf dan jantung. (Manan)

GM Lorin Sentul Hotel Heri Haryosa (kiri) foto bersama dengan anak yatim dan dr Adi Sentosa dari RS FMC