Pedagang Pasar Batujaya Karawang Menolak Rencana Pembangunan Pasar

212

Karawang, BERANTAS

Pedagang Pasar Batujaya Kabupaten Karawang Jawabarat, dengan tegas menolak rencana pembangunan pasar, hal tersebut diekspos kepada publik lewat spanduk yang dipasang persis didepan kantor desa Batujaya.

Keterangan sekretaris dan bendahara paguyuban Pedagang Pasar Batujaya yang keduanya bernama Asep(Sekretaris) Asep Oji. (Bendahara) Asep. H.Uci kepada awak media Koran Berantas.

“Penolakan terkait rencana pembangunan pasar disampaikan oleh pihak pedagang dalam spanduk tersebut,merupakan aspirasi agar pemerintah desa mengkaji ulang terkait rencana pembangunan pasar, mengingat kondisi covid 19 saat ini belum belum berakhir.
Saat pendemik covid 19 Para pedagang telah mengalami penurunan omzet penjualan yang cukup drastis, jadi dalam situasi sulit keuangan, paguyuban pedagang pasar batujaya meminta agar pemerintah Desa Batujaya sebagai pemilik aset lahan, lebih faham dan mengerti sekaligus memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk memulihkan kondisi usahanya akibat dampak wabah Corona virus desease -19.

Pembangunan lazimnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, bukan ahirnya akan menyulitkan serta menyingkirkan para pedagang akibat keterbatasan finansial.

Sarana dan prasarana tempat usaha memang penting, akan tetapi kalau harga yang ditawarkan 20 juta per meter atau 180 juta per unit, kalau pedagang beli itu cuma bangunanya doang tidak berikut tanah, dinilai harga tersebut terlalu tinggi, diluar kewajaran rentan akan menghancurkan usaha yang menjadi tumpuan hidupnya bangkrut alias gulung tikar.

Masih kata Sekretaris dan bendahara paguyuban pedagang pasar batujaya, meminta agar pemdes lewat kades sebagai decision maker (orang yang mengambil keputusan) lebih bijak dan profesional dalam mengambil keputusan jangan terburu buru, melakukan pendekatan, sosialisasi, menunjukkan gambar rencana pembangunan pasar, memperlihatkan legel standing fisik asli sertifkat lahan yang digunakan”, ungkap kedua pihak paguyuban pedagang pasar batujaya yang nama keduanya bernama Asep.

Dilain tempat, saat berhasil dikonfirmasi ketua BPD Syarif Hidayat menjelaskan bahwa terkait fisik asli sertifikat atas lahan pasar tidak ada ditangan pemdes sekarang,karena saat Sertijab (Serah terima jabatan) dari kades lama (SS) ke plt buku sertipikat asli tanah pasar yang menjadi aset desa tidak disertakan hanya fhoto copy saja. Kata SH/ketua BPD.

Hingga berita ini terekspos, pihak pemdes dan yang bersangkutan lainnya belum dapat dihubungi.

(Yusup)