Pastikan Penanganan Covid Berjalan Baik, Gubernur Mulai Pekan Depan Ngantor di Depok

47

berantasonline.com Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rencananya akan pindah kantor ke Depok, Jawa Barat pekan depan.

Ridwan Kamil merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar.

Alasan Ridwan Kamil berkantor di Depok untuk memastikan penanganan pandemi global COVID-19 di wilayah Bodebek yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi berjalan dengan baik.

“Mulai minggu depan, mungkin saya akan berkantor di Depok seminggu sekali untuk memastikan penanganan (COVID-19 di Bodebek) bisa lebih terkoordinasi,” kata Ridwan Kamil dalam rapat koordinasi terkait Percepatan Penyelesaian Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (29/9/2020).

Adapun sekitar 70 persen kasus COVID-19 di Jabar terjadi di wilayah Bodebek. Merujuk data yang dihimpun Gugus Tugas Jabar pada periode 21-27 September 2020, Kota Depok memiliki kasus positif terbanyak di antara daerah lain yakni 1.099 kasus, disusul Kota Bekasi (962 kasus) dan Kabupaten Bekasi (512 kasus).

Sementara dari periode yang sama, Kota dan Kabupaten Bogor masing-masing melaporkan 228 kasus dan 465 kasus.

Dari segi keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 per 26 September lalu, 10 besar rumah sakit terbanyak merawat kasus COVID-19 juga didominasi asal Bodebek.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengaku belum diberi informasi secara resmi tentang rencana Ridwan Kamil.

“Kami belum dikoordinasikan terkait dengan itu. Jadi mungkin, berkantor di Depok itu dalam rangka mengkoordinasikan Bodebek kemungkinan itu, jadi tidak hanya Depok,” ujar Dadang kepada wartawan pada Rabu (30/9/2020).

“Kami belum mengetahui informasi secara resmi, baru mengetahui informasi dari media yang saat ini tersebar,” lanjutnya.

Dadang berujar, memang sudah sepatutnya Ridwan Kamil melakukan intervensi lebih dalam penanganan kasus Covid-19 di Bodebek.

Sebab, kebijakan antar wilayah Kabupaten dan Kota di Bodebek memang membutuhkan campur tangan pihak yang lebih tinggi, dalam hal ini Pemprov Jawa Barat yang dikomando oleh Gubernur.

“Jika itu benar (Ridwan Kamil mau berkantor di Depok), hal tersebut merupakan implementasi dari UU Otonomi Daerah, di mana urusan yang sifatnya lintas Kabupaten dan Kota menjadi tanggung jawab ataupun kewenangan provinsi,” kata Dadang.

Sebagai informasi, wilayah Bodebek mengalami peningkatan signifikan kasus Covid-19 sejak awal Agustus lalu hingga sekarang.

Depok menjadi yang paling parah, dengan total laporan kasus positif Covid-19 sudah mencapai 4.239 kasus hingga kemarin, terbanyak di Jawa Barat maupun Bodebek.

Dari jumlah itu, 1.275 pasien masih dalam penanganan saat ini, sedangkan kapasitas rumah sakit di Depok disebut Ridwan Kamil “paling kritis” dengan keterisian lebih dari 80 persen.

Emil pun mengatakan, perlu dibentuk tim khusus untuk menangani Covid-19 di Bodebek. Selain itu, ia mengusulkan kebijakan subsidi silang khusus di wilayah Bodebek bagi warga yang perlu dirawat karena Covid-19.

“Kami sudah koordinasikan untuk Bodebek ini ingin (ada) satu tim yang kokoh dan kompak. Jadi, nanti ada subsidi silang. Kalau (rumah sakit di) Depok penuh, nanti (warga) KTP Depok boleh (dirawat) di Bogor atau sebaliknya. Saat ini sedang kami kondisikan,” jelas Emil
Achmad Hudori