Pasiter Kodim 0607/Kota Sukabumi Berikan Penyuluhan Wasbang dan Bela Negara Dalam Kegiatan Non Fisik TMMD Ke-110

49

berantasonline.com (Sukabumi) – Bertempat di Aula Kantor Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi Pasiter Kodim 0607/Kota Sukabumi Kapten Inf A. Samas, berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan(Wasbang) serta Bela Negara dalam Kegiatan Non Fisik TMMD ke-110 kepada masyarakat sekitar, Sabtu (27/3/2021).

Dalam kegiatan tersebut Pasiter memaparkan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Artinya, sebuah cara pandang yang dilandasi kesadaran diri sebagai warga dari suatu Negara akan diri serta lingkungannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis Negara, sejarah, sosial budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional”, paparnya.

Selain itu, Pasiter memberikan wawasan Bela Negara yang perlu diterapkan dalam jiwa memalui tekad yang kuat, sikap dan perilaku serta tindakan warga negara baik secara perorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yg berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Persoalan agama masih menjadi ancaman konflik horisontal, umat Islam cenderung berebut tentang kebebaran, produk hukum, penegak hukum, dan kesadaran hukum di Indonesia masih lemah”, ujarnya.

Masih dikatakan Pasiter, seiring dengan perkembangan teknologi, sifat dan karakteristik perang telah bergeser. Perang masa kini yang terjadi dan perlu diwaspadai oleh Indonesia, salah satunya adalah proxy war yang tidak melalui kekuatan militer, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui politik, ekonomi, sosial dan budaya serta hukum.

“Proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko kehancuran fatal karena tidak bisa terlihat siapa lawan dan siapa kawan”, tutupnya.

(Riswan)