PASCA KERACUNAN MASSAL, BUPATI SUKABUMI TEKANKAN PENTINGNYA KESEHATAN LINGKUNGAN

13

berantasonline.com (sukabumi)

Keracunan massal di Kampung Pangkalan RT 02/03 Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawabarat menjadi kejadian Luar Biasa. Pasalnya, sebanyak 174 orang dilarikan kerumah sakit untuk dilakukan penanganan medis secara intensif.

Dua korban atas nama Rendi (9) dan Dewi (37) warga Kampung Pangkalan RT 03/03 Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dinyatakan meninggal Dunia.

Hingga saat ini sebagian korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi dan RSUD Palabuanratu, sementara sebagian lagi ada yang sudah pulang dan berhasil ditangani tim medis.

Dugaan sementara keracunan masal tersebut disebabkan dari hidangan yang disajikan dalam acara pengajian peringatan wafatnya salah seorang warga (Tahlilan), keracunan terjadi setelah masyarakat menyantap hidangan yang diperoleh dari acara tahlilan tersebut.

Kejadian tersebut mendapat perhatian dari Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami, Bupati bersama beberapa Kepala Perangkat Daerah mengunjungi rumah korban keracunan massal serta memberikan motivasi kepada keluarga korban dan memberikan bantuan pada keluarga korban meninggal , Jumat (13/9)

“Biaya kita tanggung semua oleh Pemerintah Daerah, yang jelas nanti ada anggaran untuk mengantisipasi bagi masyarakat yang sudah terkena musibah” ungkap Bupati

Menurut Bupati kejadian seperti ini harus menjadi perhatian bersama, karena menurutnya ada beberapa faktor yang harus di cermati dari kejadian seperti ini.

” harus dicermati faktor penyebabnya sehingga Perlu penelitian yang cukup signifikan, baik air, bahan makanan, atau cara pengolahannya, kita evaluasi dan kita akan perintahkan Dinas Kesehatan lewat kesehatan lingkungan, termasuk para guru dihimbau untuk memberikan edukasi terkait pentingnya kesehatan lingkungan, mudah mudahan tidak akan terjadi lagi seperti ini” jelasnya

Menurut Bupati kejadian ini bukan faktor kesengajaan atau kelalaian tapi ketidaktahuan, karena takdir kita tidak pernah tahu.

Kedepan, Bupati akan membuatkan sumur artesis untuk mengcover dua kedusunan, “Nanti akan kita lakukan kajian geolistrik untuk membuat sumur artesis agar bisa mengcover kebutuhan dua kedusunan dan secara operasional pengelolaannya oleh Desa”, pungkasnya.

(Alex/Ebi)