Muncul Sertipikat Diduga Aspal, Dalam Kasus Mafia Tanah di Cimanggis

609

Keterangan Foto : Petugas Kepolisian dan BPN memeriksa patok lokasi tanah milik Yusda, Sertipikat 4477/Cimanggis (dahulu 149).

Bogor, BERANTAS

Kasus tanah Sertipikat Hak Milik No 4477/Cimanggis (dahulu No.149) di Kp Sudimampir Persil 36 tahun 1978 yang diobok obok mafia tanah, kini semakin menarik untuk dibongkar.

Betapa tidak, saat perkara perdata sedang berlangsung (No Perkara ; 150/Pdt.G/2013/PN CBN), tiba-tiba pihak BPN menerbitkan Sertifikat tanah No.3282 atasnama Dwi Santy Kusumaningsih sebagai pecahan dari Sertifikat 2956 yang berlaku hanya 1 tahun yakni tgl 26 – 6 -2012 s/d.28-10-2013.

Dimana lokasi Persil No 10 letaknya 1-2 km dari lokasi tanah milik Yusda Sertifikat 4477.

Pembelian tanah oleh Dwi Santy Kusumaningsih berasal dari Yossi Rosida Soegeng dengan Akta JB 10-11-2011 No.47/2011 Persil 10 SPPT 1640. Waktu itu sebagai Kepala Desa Acang Anwar (alm) yang turut dilaporkan pidana ke Polda Metrojaya bersama Yossi Rosida Soegeng.

Terjadinya penerbitan Sertifikat dengan lokasi Persil 10 Kp Sudimampir Desa Cimanggis Kec Bojonggede Kab Bogor tersebut jelas merupakan ulah oknum BPN Kabupaten Bogor, apalagi dasar pembuatannya NOP Pajak baru 1998 tidak memiliki girik C Desa Cimanggis. Selanjutnya pada tahun 2013 dibuat Sertipimat Nomor 2893/Cimanggis Surat Ukur No.00004/2012 atasnama Sri Masfiah Mashuri, yang letaknya juga diatas tanah Sertipikat 4477 atasnama Yusda.

Dan permasalahan ini telah dilaporkan ke Kanwil BPN Jabar dan Kementerian Agraria/BPN Jakarta untuk diambil tindakan tegas.

Untuk diketahui, Majelis Hakim PN Cibinong dalam keputusannya Tanggal 11-11-2014 Nomor 150/Pdt.G/2013 /PN.Cbn telah menolak gugatan penggugat dan memenangkan Yusda dkk, serta penggugat diwajibkan membayar ongkos perkara Rp 4.926.000, bertindak sebagai Hakim Ketua Hj. Diyah Sulastri Dewi SH.MH, beranggotakan ST.Iko Jatmiko SH dan Ery Yustiansyah SH.

Hj. Dewi R. menjelaskan bahwa terungkap Sertipikat No 3282 yang diterbitkan oleh BPN Persilnya jelas berbeda yakni Persil 10 sedangkan Persil 4477 (dahulu 149) berada di persil 36.

“Siapa yang salah, tentunya oknum BPN Kabupaten Bogor memaksakan menunjuk lokasi diatas Sertifikat No 4477 milik Yusda”, ujar Hj. Dhewi R.

Sementara itu Ketua Umum LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat, Khotman Idris mengatakan, “Bila terbukti ada permainan oknum dalam pembuatan sertipikat baru diatas sertipikat hak milik orang lain, maka harus diproses hukum dan dipenjarakan”, tegasnya.

Belum lama ini, petugas Polisi telah mengecek kebenaran lokasi tanah milik Yusda tersebut bersama Petugas BPN dengan mendatangi lokasi.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dengan Suratnya Nomor 2441/Ket.200-4/VII/2019 tanggal 25 -07-2019 yang ditandatangani Kepala Subag Tata Usaha Noor Azizah, S.SIT.MM kepada Yusda menjelaskan, bahwa berdasarkan Peta Ploting tgl 12-03-2019 yang ditandatangani oleh Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (Nurhadi….red) antara lain ;

a. Sertipikat No 4477/Cimanggis berada di areal Persil 36 berdasarkan Peta desa Cimanggis Lembar 1 kotak 7/23.

b. Diatas Sertipikat No 4477/Cimanggis terdapat Sertifikat Milik 2893/Cimanggis Surat Ukur 00004/2012 atasnama Sri Masfiah Mashuri.

Bagaimana proses pembuatan sertipikat Aspal tersebut, Koran Berantas akan terus menelusurinya.

(Bust)