MTR Kembali Bangun Depot Air Minum Gratis

6

berantasonline.com BEKASI –

Setelah Minggu lalu sudah beroperasi di Kemayoran, sekarang hadir juga fasilitas air minum gratis yang sama di daerah Bojong Menteng Bekasi. Masyarakat Tanpa Riba (MTR) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pengurus Masjid Mushola Bojong Menteng membangun fasilitas air minum gratis untuk masyarakat di wilayah Bojong Menteng dan sekitarnya.

“Ini lokasi ketiga yang kami bangun, pertama di Rawamangun, kedua di Kemayoran dan sekarang di Bojong Menteng Bekasi, target kami di setiap masjid atau di kelurahan ada fasilitas air minum gratis” ujar Haerul Ihwan dari Pegiat MTR.

“Kolaborasi yang baik antara FKPMM Bojong Menteng Bekasi dengan Komunitas MTR, visi kami sama yaitu sama sama ingin membantu meringankan ekonomi ummat, apalagi di masa pandemi begini, semua serba prihatin, kami berupaya hadir di saat ummat mengalami kesulitan” ujar Apra Mitra Ketua FKPMM Bojong Menteng Bekasi.

“Alhamdulillah dengan ada nya program gratis air minum ini sangat membantu kami, apalagi kami rakyat kecil, saat ini penghasilan sedang minim. Pengeluaran untuk belanja air minum bisa dihemat dan digunakan untuk kebutuhan lain” ujar Pak Pur warga Bojong Menteng dengan mata berkaca kaca terharu.

Haerul mengatakan fasilitas isi ulang air minum ini bisa menghasilkan hingga ribuan galon air. Air yang disedekahkan juga sudah lulus uji laboratorium Sucofindo dan Dinas Kesehatan. Jadi aman dan layak untuk dikonsumsi
“Sumber air dari tanah, kualitas sangat bagus dan layak minum,” kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengapresiasi pembangunan fasilitas isi ulang air minum komunitas MTR yang dibangun di wilayah Jakarta Timur, Jumat (3/7/2020). Pembangunan fasilitas isi ulang air minum oleh komunitas MTR dapat menjadi contoh bagi pihak lain.
“Ini sangat bagus, kegiatan mulia ini bisa menjadi contoh,” ujarnya.

Haerul dan Apra Mitra berharap masyarakat lain bisa menduplikasi atau mengikuti program sedeqah air minum gratis ini. “Sebelumnya sedeqah kami berupa pembagian nasi bungkus dibagikan ke kaum dhuafa, sifatnya temporer dan habis sesaat, sekarang uang donasi dari kawan kawan kami gunakan untuk belanja peralatan filter air minum. Manfaat nya bisa jangka panjang. Biaya per titik antara 20-30 juta tergantung kualitas air baku”. ujar Haerul.

“Komunitas MTR berupaya memberikan kontribusi nyata membantu ekonomi ummat agar ummat bisa bangkit dan bisa turut serta program bela negara sektor keuangan” ujarnya.

Masyarakat Tanpa Riba (MTR) adalah komunitas yang memiliki misi mengedukasi masyarakat agar mampu menghentikan kebiasaan buruk berutang dan bersama-sama menggerakan sektor real sebagai bentuk bela negara. Untuk mengetahui kegiatan MTR, bisa dilihat di facebook atau YouTube masyarakattanpariba.
Puluhan ribu anggota MTR yang tersebar di seluruh nusantara terbukti berhasil keluar dari jeratan utang.

(red.1)