Menteri Sosial Sikat Bansos Rp 17 Miliar Diciduk KPK

57

Berantasonline.com(Jakarta)

Sungguh diluar dugaan, orang yang kelihatannya santuan dan bersahaja, ternyata menyimpan sifat rakus dan raja tega.

Dia adalah Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara, pada Minggu malam (6/12 2020) ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka tindak pidana korupsi dugaan suap dana Bantuan Sosial sebesar Rp 17 Miliar.

Mensos Juliari P. Batubara menyerahkan diri kepada KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi kasus suap bantuan sosial (Bansos) dalam penanganan pandemi covid 19.

Dia bersama dua Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso mendatangi gedung KPK pada Minggu dinihari Pkl 02.30 wib.

Ketua KPK Firli Bahuri kepada Wartawan, Minggu malam (6/12) mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan para saksi dan ditemukan bukti permulaan yang cukup, penyidik menyimpulkan Juliari Batubara dan Adi Wahyono patut diduga melakukan korupsi, “Untuk kepentingan penyidikan KPK menahan para tersangka”, kata Firli Bahuri.

Juliari P. Batubara diduga menerima fee (imbalan) Rp 10.000 perpaket bantuan sosial untuk Jabodetabek. Uang tersebut diduga untuk keperluan pribadi, total ia menerima Rp 17 miliar.

Kasus ini bermula adanya pengadaan Bansos Covid 19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial 2020 senilai Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dalam dua periode.

Juliari menunjuk Matheus dan Adi Wahyono sebagai PPK dalam pelaksanaan Proyek tersebut dengan cara penunjukan langsung rekanan.

Diduga ada kesepakatan fee dari tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan rekanan kepada Kemensos melalui Matheus.

Untuk fee tiap paket bantuan disepakati MJS (Matheus) dan AW (Adi Wahono) Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 perpaket Bansos.

Pada paket bantuan periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar. Pemberian dilakukan Matheus kepada Juliari melalui Adi Wahono dengan nilai Rp 8,2 miliar. Uang tunai itu selanjutnya dikelola oleh Eko dan Sekretaris di Kemensos Sherly N. selaku orang kepercayaan Juliari untuk membayar keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket bantuan sembako terkumpul dana Rp 8,8 miliar yang diduga akan digunakan untuk keperluan Juliari.

Dalam rangkaian kasus tangkap tangan ini KPK berhasil menyita uang tunai Rp 14,5 miliar yang disimpan dalam beberapa koper, uang tersebut diamankan KPK sebagai barang bukti.

(Helman Arif/red.1)