Menolak Lupa Gerakan Komunis Indonesia, Ponpes Baitussalam Gelar Nobar G 30 S PKI dan Tabligh Akbar

83

Berantasonline.com (Bogor) – Untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur pada peristiwa G 30 S PKI,Pondok Pesantren Baitussalam Indonesia Jalan Raya Kalisuren Bogor  gelar kegiatan Nobar Dan Tabligh Akbar dengan mengusung Tema ” Menolak Lupa Gerakan Komunis Di Indonesia”. Rentetan acara ini digelar dari pagi dengan berbagai acara yaitu Orasi Penolakan Gerakan Komunis,Diskusi bedah sejarah,Nobar Film G 30 S PKI, dan puncak acara pada malam hari yaitu Tabligh Akbar dengan menghadirkan Narasumber sekaligus pelaku sejarah Brigjen (purn) Adityawarman Thaha
(Minggu 30/09/2018).

Kegiatan yang sudah dilakukan sejak pagi ini dihadiri oleh undangan dari seluruh siswa dan siswi Se Kecamatan Tajur Halang Bogor,sedangkan untuk kegiatan puncak tabligh akbar pada malam hari di Masjid Baitussalam Al-Mubaroq. Dihadiri oleh Ketua Yayasan KH.Drs.Tatang M.Natsir Fathuddin, seluruh dewan guru, puluhan undangan,Santriawan/i dan juga aparat keamanan dari Pihak Koramil dan Polsek Tajur Halang.

“Ini adalah rangkaian acara dari Tabligh Akbar ‘menolak lupa kebiadaban komunis Di Indonesia ‘ sudah yang ke 3 tahunnya rutin kita lakukan dengan rangkaian acara yang sudah kita kemas  dari jam 09.00 pagi yaitu adanya orasi dari Siswa-siswi Ponpes Baitussalam dan dilanjutkan dengan nonton bareng dengan mengundang sekolah se kecamatan Tajur Halang dan malam ini adalah puncak acara dengan menghadirkan salah seorang pelaku sejarah atau nara sumber yaitu Kivlain Zein dan Adityawarman Thaha,”

Dikatakan Zakky Wildan Firdaus. S.kom selaku  panitia,staff penjajar sekaligus Bagian kesiswaan kepada awak media , Pada dasarnya kalau kita tidak pandu  acara nonton bareng ini aksi demi aksinya diterangkan dan dengan penjelasan ,kemungkinan anak anak muda sekarang pasti akan terlupakan dengan sejarah,karena untuk zaman milenial sekarang kalau disuguhkan dengan film film visual yang berbau sejarah,pasti akan dikatakan jadul bagi mereka. Makanya pentingnya pemanduan setiap rentetan filmnya dengan bagaimana membawa perasaan mereka ketika hal tersebut menimpa dirinya sendiri,” ucapnya.

Disampaikan oleh Brigjen (purn) Adityawarman Thaha dalam ceramahnya dihadapan tamu undangan ” Mengapa begitu pentingnya kita semuanya untuk selalu tidak pernah lupa dengan apa yang terjadi dimasa yang lalu,salah satunya yaitu kejadian Gerakan Komunis yang sudah banyak menghilangkan korban nyawa.Begitu bahayanya paham komunis di Indonesia,mereka sangat militan dan berbahaya. Makanya kenapa di kita dar sejak dulu dilarang keras paham komunis berkembang”, paparnya.

(DG79)