Mengungkap Fakta Sebaran Tembikar di Kelurahan Batangmata Kab. Selayar

25

Sulsel, BERANTAS

Batangmata merupakan salah satu nama dari tujuh wilayah Kelurahan yang terdapat di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.

Wilayah ini dikenal dengan keberagaman tradisi, adat-istiadat, serta kearifan lokal budayanya yang unik dan menarik untuk disusuri.

Dulu Batangmata juga disebut-sebut sebagai salah satu jalur perdagangan berbagai jenis komoditi dan hasil bumi serta kawasan pengrajin industri gerabah dan atau tembikar ternama asal daratan Pulau Selayar.

Hal tersebut terungkap dari klaim sejumlah pihak yang menyebut Batangmata sebagai salah satu lokasi sentra kerajinan gerabah dan atau tembikar.

Klaim didasarkan pada temuan berbagai bentuk serta jenis gerabah berbahan baku tanah liat yang dalam dialek Bahasa Selayar, lebih ladzim disebut dengan istilah guci dan atau gumbang tanah.

Sebaran keberadaan tembikar dan atau guci dengan berbagai bentuk dan ukuran, ditemukan dari hasil penelusuran lapangan, yang dilakukan awak media di sejumlah titik lokasi pemukiman warga di Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomatene.

Namun sayang, karena dari hasil penelusuran lapangan yang dilakukan awak media, tidak ditemukan penguatan fakta lain, yang bisa membuktikan secara nyata tentang eksistensi wilayah Kelurahan Batangmata sebagai daerah pengrajin gerabah dan atau guci.

Tanda tanya tentang apa dan bagaimana relevansi serta hubungan emosional antara Batangmata dengan sebaran tembikar dan atau guci yang banyak ditemukan di sekitar area pemukiman warga, tersisa dari rangkaian kegiatan liputan reportase langsung awak media dari wilayah Kecamatan Bontomatene

Beragam bentuk spekulasi mengenai asal usul tembikar yang banyak ditemukan di wilayah administratif Kecamatan Bontomatene itu.

Ada yang menyebut tembikar berasal dari daerah Kolo-Kolo yang merupakan pusat sentra kerajinan gerabah dan dapur tanah. Namun tak sedikit pula yang menyebut bahwa tembikar dibawah dari luar Kabupaten Selayar.

(Andi Fadly Dg. Biritta)