Maulidan Anak Muda Yang Berambisi Jadi Senator

129

berantasonline.com (Bogor)
Sejumlah Tokoh Jabar akan bersaing memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Pemilu 2019 mendatang. Sementara itu, sejumlah partai politik (parpol) masih mengutak-atik Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legislatifnya.

Kini ada anak muda generasi milenial yang punya semangat maju yang akan memperebutkan kursi senator dan akan bersaing dengan sejumlah tokoh Jabar. Anak muda kelahiran 1994 ini semangatnya luar biasa. Alasannya memilih untuk menjadi calon anggota DPD di antaranya banyak mendapat dukungan, yang dibuktikan sampai hari ini sudah mendekati lima ribu fotokopi KTP dari 13 kabupaten dan kota di Jabar. Calon DPD RI asal Jabar tersebut akan berebut dalam 4 kursi di senayan nanti.

Adalah Maulidan Isbar dan akrab disapa Lidan yang ingin maju dalam percaturan senator 2019. “Saya hanya ingin mengabdi bagi warga Jabar,” ujar Lidan.

Maulidan Isbar lahir di Bogor 29Agustus 1994, anak dari pasangan Doddi Espe dan Ratu E. Suhendah. Lidan anak ke 3 dari 5 bersaudara berdomisili Bogor. Riwayat Pendidikan Lidan adalah SDN Bojonggede IV Bogor- SMP & SMA IT Ponpes Nurul Amanah, Salawu Tasimlaya- Fak. Pariwisata Universitas Pancasila Jakarta (Semester Akhir) Mantan Ketua Senat Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Jakarta ini pernah jadi Presiden HMPI (Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia), Semi Finalis Putera Puteri Batik Nusantara. Juara I Tourism National Video Maker, Wakil 1 Jajaka Bogor, Top 10 Putera Indonesia Jabar, Pemenang I Orasi Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia, Finalis Pertukaran Pemuda Antar Negara Jabar, dan seabreg prestasi lain yang pernah diraih hingga dinding kamarnya penuh piagam penghargaan.

Selain biasa jadi host (MC) di berbagai event, keahliannya adalah bidang pariwisata dan industri kreatif. Oleh karena itu sering dipercaya sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan seminar, workshop dan pelatihan di tingkat regional, nasional bahkan yang bertarap internasional. Kemampuan presentasinya digembleng melalui kegiatan muhadaroh rutin selama 6 tahun di pondokpesantren.

Pendiri NGO Sekolah Wisata Indonesia, Founder Indonesia Tourism Youth Forum, pengurus Balawista (lifeguard) Provinsi Banten, Wakabid Halal Lifestyle MES (Masyarakat Ekonomi Syari’ah) DKI Jakarta, Komisioner KPPH (Komite Percepatan Pariwisata Halal) DKI Jakarta, Direktur Ekonomi Kreatif Yayasan Rawayan Kawendra Pandeglang Banten dan aktif sebagai Sekretaris DKM Masjid At-Taqwa Bojonggede Cibinong Bogor.

Sekarang sering muncul di TV sebagai Co-Founder KAYUH woodenbike, industri sepeda kayu yang sudah diapresiasi Presiden Jokowi sebagai inovasi produk kreatif yang digagas anak muda. Modal produksi dari mengandalkan honorarium jadi narasumber atau MC, membuat KAYUH jalan ditempat, meskipun begitu Lidan dkk tidak mau menerima tawaran suntikan modal dari bank konvensional.

Tujuan jadi Senator (DPD RI) dari Jawa Barat di Pemilu 2019 baginya untuk bisa mewakili generasi milenial. “Memecahkan blackbox pandora politik Indonesia yang identik membutuhkan uang banyak,” ujarnya.

Dalam dirinya ia suka bereksperimen digaris lurus politik bersih, exiting, fun dan smart. Memang resikonya tidak akan dipilih orang murahan yang suaranya bisa dibeli.

SASARAN LIDAN ADALAH GENERASI NOW YANG NILAI HARGA DIRINYA TINGGI, HINGGA SUARANYA TAK BISA DIBELI. BERMODAL SPIRIT IDEALISME, BERKOMPETISI BUKAN KARENA UANG. MILENIAL YANG HARUS MEWUJUDKAN WAJAH AYU PERPOLITIKAN INDONESIA KEDEPAN.

Kini dukungan squad tersebar di seluruh kabupaten/kota Jawa Barat dengan spirit relawan tanpa bayaran, menciptakan fair flay dengan soliditas dan loyalitas tanpa batas, menyongsong kemenangan bersama untuk mengukir prasasti. “Belia lajang, tanpa uang, tanpa campur tangan kekuasaan, merebut salah-satu kursi Senayan; itulah yang menjadi dambaan wajah perpolitikan Indonesia kedepan. Insya Allah we can conquer this game,” jelasnya. (Agil)