Masyarakat Pekon Gedau Kecamatan Pesut Pertanyakan Realisasi Anggaran Dana Desa Tahun 2016

638

Berantasonline.com (LAMPUNG)

Masyarakat Pekon Gedau kecamatan Pesisir Utara kabupaten Pesisir Barat Lampung mempertanyakan realisasi pembangunan gorong gorong di pemangku 2 (Hami Berak) yang dananya bersumber dari dana desa tahun anggaran 2016.

Pengakuan beberapa warga setempat, bahwa pada tahun 2016 ada anggaran pembangunan gorong gorong yang diduga tidak dibangunkan oleh peratin (red-kepala desa).

Namun pengakuan beberapa warga tersebut, langsung dibantah peratin Pekon Gedau Nursiwan, saat di konfirmasi melalui sambungan telefon selulernya Rabu (22/1).

“Tidak benar kalau keterangan warga gorong gorong yang dibangun di pemangku 2 itu di bangun bukan pada tahun 2016, itu dibangun tahun 2016, kalau mau cek lokasi kita bisa cek langsung ke lokasi kata Nursiwan.

Ditambahkan Nursiwan, pada tahun 2016 itu di pemangku 2 dibangun tidak hanya Gorong Gorong 1 unit, tapi juga 2 jembatan di bangun di lokasi yang sama pada tahun 2016.

Namun pengakuan Nursiwan tersebut berbanding terbalik dengan keterangan Saikul Pajri (Staf Pekon) Merzal Ependi (Kaur Perencanaan), dan Jhoni Efrizal (Pemangku 3) saat ditemui Wartawan berantasonline.com di kantor Peratin Gedau, Rabu (22/1) yang menyebut bahwa pembangunan fisik di tahun 2016, adalah Postu dan rabat beton, tapi kalau 2 jembatan dan 1 unit Gorong Gorong yang dibangun di pemangku 2 (Hami Berak) itu dibangun pada tahun 2017.

“Memang tahun 2017, seingat kita ya tahun 2017, waktu itu kita yang ikut melansir material untuk pembangunan jembatan dan Gorong Gorong di Hami Berak, gak lama dari pembangunan itu masuk tahun 2018 itu jabatan peratin sudah di tangan Pj.”, terang mereka.

(Benk)