Masihkah Jujur Penegakkan Hukum di Indonesia

126

Oleh : Susanto, SH,MH

berantasonline.com Bogor

Memasuki usia ke 60 Hari Adyaksa, perlu kita bidik kinerja Kejaksaan dalam mengungkap berbagai kasus yang terjadi di Pemerintahan Daerah seakan jalan ditempat bahkan mandek, tanpa kejelasan dan seolah olah ada konfirasi ketidak jujuran.

Kejujuran didik insan kejaksaan atau siapa pun yg berkunjung ke Badiklat Kejaksaan RI bisa dilihat dengan adanya ‘kantin kejujuran’ yg tidak ada pelayannya. “Makanan dan minuman yg tersedia, kita bayar sendiri, mengambil kembalian sendiri semuanya benar-benar self service. Inilah salah satu pendidikan dasar melatih kejujuran pada diri sendiri,”.

Ilmu yg didapat di Badiklat Kejaksaan dapat memberi nilai tambah bagi pengembangan kompetensi individual, profesionalitas serta meningkatkan penguasaan, kemampuan dan ketrampilan diri dan dikembangkan secara mandiri sesuai dengan kebutuhan institusi masing-masing sehingga menjadi profesional di bidangnya.

The spirit of change atau semangat perubahan itulah yg menjadi tag line di sekolah para calon jaksa dan pimpinan di Kejaksaan tersebut. Badiklat terus mengasah perkembangan teknologi guna meningkatkan jumlah unit pelayanan publik khususnya dalam optimalisasi belajar mengajar apakah berjalan sesuai harapan.

“Sekarang ini, perlunya meningkatkan mutu pendidikan berbasis IT, bagi penyelenggara pendidikan hukum, para peserta pendidikan /pelatihan, pengajar atau widiaswara, narasumber yg berbasis Informasi dan Teknologi sebagai wujud Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution atau Lembaga Pelatihan Era Revolusi Industri 4.0,”.

Aplikasi berbasis IT ini sarana untuk memonitor seluruh proses kegiatan belajar mengajar dalam hukum, bahkan dalam keadaan tertentu pimpinan dapat memberikan instruksi langsung dari ruangan Command Centre, sehingga fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal melalui sentuhan jari pada layar layout 3 dimensi.
Untuk menekankan kalau kemajuan teknologi itu untuk menopang instansi menuju Zona Integritas (ZI) dalam kawasan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Adapun 38 layanan aplikasi yg disuguhkan itu diantaranya E-Register, E-Akademik, E-Quisionair, E-izin, E-Lapdu, Program Command Center, Cashless Management System, E-Absen, E-Learning.

Hari Adhyaksa harus menjadikan ” Law Festival sejauh mana akreditasi motto ” Terus Bergerak Dan Berkarya.”
Sudahkah tugas dan fungsi Kejaksaan sesuai harapan masyarakat atau publik, sudah bebaskah apa yang di aplikasikan Kejaksaan Bebas Korupsi. Dirgahayu Adyaksa Kejaksaan ke 60 Th.