MARGA NGARAS MINTA APARAT TANGKAP PERAMBAH HUTAN DI HULU SUNGAI

195

Berantasonline.com.(Pesisir Barat)–Pasca banjir bandang yang terjadi Sabtu (1/12)  sekitar pukul 12.30 WIB dini hari Di Pekon kota Batu, pekon bandar jaya, Mulang Maya, Parda Suka , Rajabasa dan pekon  Negeri Ratu di kecamatan Ngaras yang menyebabkan satu rumah di Pekon Kota batu terseret  arus, dan memutuskan jembatan penghubung Kota batu dengan Negeri Ratu  putus serta tergerusnya sebagian tempat pemakaman umum (TPU) di pekon tersebut.

Kini warga di beberapa pekon yang berada dialiran sungai way Ngaras kecamatan Ngaras  merasa khawatir dan ketakutan akan terjadi kembali banjir bandang, yang lebih besar dan dikhawatirkan  akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi, mengingat pada saat ini  memasuki musim penghujan.

Tokoh pemuda Bandar Jaya Ngaras, Dedek Z Latief kepada berantasonline.com. menuturkan ” banjir bandang pada sabtu dinihari  lalu adalah banjir bandang yang terbesar.

sebelumnya didaerah Ngaras memang sering terjadi banjir , khususnya  pekon pekon yang ada di aliran way Ngaras bila terjadi hujan, memang sering terjadi banjir, namun  banjir sabtu kemaren itu yang paling besar . Tutur Dedek.

Sementara itu, Triyono,  tokoh masyarakat Negeri Ratu Ngaras menjelaskan bahwa, ” kejadian banjir pada Sabtu dinihari kemaren, itu bukan  banjir yang tanpa  sebab,

Banjir pada sabtu kemaren itu, “disebabkan gundulnya hutan diatas kawasan pematang ( hutan lindung),  ini disebakan kayu kayu yang ada di hutan kawasan banyak ditebang  para perambah, sehingga hutan di hulu sungai menjadi gundul dan tak mampu  meresap derasnya curah hujan, dan akhir nya menimbulkan banjir bandang,  Kami masyarakat di sekitar bantaran way Ngaras yang menjadi korban. Jelas Triyono.

Triyono, Dedek, dan beberapa tokoh di kecamatan  Ngaras berharap ada tindakan tegas dari pihak kehutanan ataupun pihak terkait lainya , agar menindak para perambah, dari keterangan  mereka para perambah hutan di  kawasan sekitar Ngaras berasal dari luar daerah.

Bahkan masyarakat marga Ngaras siap membantu petugas untuk menangkap dan mengamankan para perambah. Dikhawatirkan  bila pihak berwenang tidak segera mengambil tindakan tegas. bencana banjir bandang dan tanah longsong yang lebih besar, benar benar terjadi.

Tak hanya meminta petugas berwenang untuk menindak tegas para perambah, masyarakat marga Ngaras dengan suka rela dan berjanji siap melakukan Penghijauan (Reboisasi) . Di kawasan HPT yang saat ini kondisinya sudah kritis.

(Benk)