Mampukah Direksi Baru PD PPJ Tuntaskan Revitalisasi Blok F

118

berantasonline.com (Bogor) – Hari ini, (4/2), Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) yang akan dilantik Walikota Bogor Bima Arya di Plaza Balaikota pukul 14.00 WIB.

Kabar pelantikan Direksi PD Pasar Pakuan Jaya diharapkan para pedagang untuk segera menuntaskan revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang yang sempet mandeg.

Mengingat tertundanya revitalisasi Blok F membuat resah para pedagang. Para pedagang pun khawatir menjelang puasa dan lebaran akan terjadi pengurangan penghasilan.

Tertundanya penutupan Blok F menjadi kekhawatiran dan pertanyaan para pedagang yang sudah bersedia pindah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Seperti diungkapkan salah seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan identitasnya, Senin (4/2/19).

Ia menuturkan, para pedagang sudah rela untuk pindah ke TPS dengan segala resiko yang akan dihadapi. Namun mengapa sampai saat ini rencana revitalisasi pasar di Blok F tak kunjung ada kejelasan dari PD Pasar Pakuan Jaya.

“Kenapa sampai hari ini belum ada juga kejelasan kapan dimulainya revitalisasi Blok F. Hampir seluruh pedagang setuju untuk revitalisasi Blok F, tapi terhambat dengan beberapa oknum yang mengakomodir dengan kilah paguyuban, mengatasnamakan pedagang. Ini yang harus diatasi pemerintah dan PD PPJ Kota Bogor. Kenapa harus takut? Ada kepentingan apa mereka hingga bisa menghalangi revitalisasi Blok F,” tegas pedagang dengan nada kesal.

Padahal, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor sebagai pihak yang diberikan mandat oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mengelola seluruh pasar tradisional termasuk hal-hal teknis di bidang infrastruktur seperti rencana revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, seolah tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya.

Persoalan Blok F itu sudah mulai mandeg sejak 2017 silam dan masih belum terlihat jelas kapan realisasinya. Wali Kota Bogor Bima Arya pun pernah menyatakan jika revitalisasi Blok F dilaksanakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Berdasarkan koordinasi Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor, agar lebih mantap, sementara revitalisasi Blok F ditunda hingga waktu yang tidak bisa ditentukan,” ungkap Bima di Balai Kota belum lama ini.

Padahal, mayoritas pedagang di Blok F dengan tegas menyatakan dukungannya dan sangat menyetujui segera dilaksanakannya revitalisasi. Tetapi, dalam perkembangannya ada oknum-oknum anggota paguyuban pedagang yang seolah mengatasnamakan pedagang Blok F tidak menyetujui sehingga menghambat pelaksanaannya.

Sebelumnya, Plt Direktur Utama (Dirut) PD PPJ (kala itu) Hanafi, juga pernah menyebutkan kepada media saat konferensi pers di Kantor Pusat PD PPJ, Pasar Sukasari, Bogor Timur, Jumat (25/1/19), bahwa pemagaran dan penutupan Blok F Pasar Kebon Kembang akan dilaksanakan, Minggu (27/1/19). Meski saat hari H penutupan, dirinya meralat dan menegaskan jika hal itu ditunda dengan alasan akan dimatangkan kembali.

“(Penutupan) akan direncanakan kembali agar lebih matang untuk langkah awal revitalisasi Blok F. Jadi untuk pemagaran dan penutupan hari Minggu ini sementara ditunda dulu,” ungkap Hanafi.

Terhambatnya revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang diduga ada intervensi dan keterlibatan oknum yang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang Pasar Blok F. Sehingga yang rencananya pemagaran dan penutupan pasar Blok F dilakukan Minggu (27/1) itu tidak jadi ditutup sampai sekarang.

Sementara Direksi PD Pasar Pakuan Jaya, hari ini akan dilantik Walikota Bogor Bima Arya. Mampukah Direksi baru itu membenahi sejumlah permasalahan yang ada. Sedangkan Revitalisasi itu merupakan persoalan yang tidak mudah.

“Kami gak yakin bapak-bapak Direksi yang dilantik Pak Bima mampu membenahi revitalisasi Blok F. Karena ibaratnya borok sudah menganga,” ujar pemerhati kebijakan publik H. Deden di lobby Hotel Salak Bogor.

Menurutnya, hal ini akan dipantau terus sepak terjang direksi baru. Karena jangan sampai revitalisasi Blok F itu dibiarkan terlunta-lunta dan nasib para pedagang semakin tidak jelas.

(Nan)