Mahpud Si Pengatur Lalulintas Penuh Canda, Sakit Parah Butuh Uluran Tangan

123

berantasonline.com Bogor

Mahpud (48), sosok relawan jalanan di Kota Bogor kini tengah menjadi bahan pembicaraan di media sosial lantaran kondisinya yang kini tengah sakit keras.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga bernama Pandu Kurnia.

“Kalian yang ada di Kota Bogor pasti pernah bertemu seorang pengatur lalu lintas di pertigaan IPB Vokasi (Jl.Kumbang/Jl.Sancang) yang selalu menghibur dengan senyuman dan gaya cheerful-nya,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya, Mahpud yang sehari-hari sejak tahun 1995 mengatur lalu lintas di Jalan Juanda di depan pertigaan Hotel Salak, Kota Bogor sebelum akhirnya beliau dipindahkan ke pertigaan IPB Vokasi.

“Sosok yang sama sejak pertama kali saya berpapasan dengannya dahulu. Penuh antusias menebarkan senyuman yang lebar dan energi positif bagi yang melintas di sana,” imbuhnya.

Ia mengabarkan, bahwa kondisi Mafpud kini sudah sekitar 3 minggu terakhir tidak melakukan tugasnya untuk mengatur lalu lintas di pertigaan IPB Vokasi.

“Menurut Pak Jaenal, kawan pergantian shift-nya Pak Mahfud pada satu kesempatan di hari Kamis 26 November 2020 lalu, teman saya berkesempatan untuk silahturahmi di kediaman beliau,” ujarnya.

Sang istri, katanya, menceritakan perjuangan Pak Mahfud untuk kembali pulih dalam sebulan terakhir, namun keadaan justru bertambah parah.

“Diagnosa awal dokter mengatakan bahwa ada masalah pada lambung Pak Mahfud yang sudah cukup parah hingga kian kemari berobat dan sekarang kondisi fisiknya makin melemah,” terangnya.

Masih kata dia, dokter berkata bahwa sarafnya pun terkena juga, sehingga mengakibatkan mulut Pak Mahfud menjadi kaku dan bicaranya yang mulai ngelantur.

“Dokter menyarankan untuk dibawa ke Duren Sawit Jakarta untuk penanganan lebih lanjut terapi saraf untuk mengurangi efek sampingnya, namun apalah daya, kendala biaya menjadi penghalangnya,” katanya.

Pak Mahfud sendiri, tambahnya, merupakan sosok bapak yang gigih berjuang demi mencukupi kebutuhan istri dan keempat anaknya sebagai tulang punggung keluarga.

“Istri yang biasanya sambilan menjual nasi uduk, sementara berhenti lantaran merawat beliau,” imbuhnya.

Kondisi terkini Pak Mahfud, sedang terbaring sakit dirumahnya dan sangat membutuhkan uluran tangan dermawan untuk biaya pengobatan agar dia dapat tersenyum kembali dan melaksanakan tugasnya menjadi pengatur lalu lintas yang ceria dan energik.

(Ii Syafri)