Mabes Polri Usut Dugaan Manipulasi Proyek Jalan di Kabupaten Bogor Bernilai Ratusan Miliar Rupiah

9583

Jakarta, BERANTAS

Markas Besar Polri siap menyelidiki dan mengusut tuntas kasus Pembangunan Proyek Jalan Kandang Roda – Sentul dan Kandang Roda – Pakansari BB bernilai ratusan miliar rupiah.

Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa lalu (13/7-2021) di Jakarta menegaskan, jika sudah ada bukti permulaan Mabes Polri siap menyelidiki dan mengusut kedua proyek tersebut.

“Silahkan warga melaporkan ke Mabes Polri dan bawa bukti bukti pendukung”, ujar Irjen Argo Yuwono.

Sebagaimana diungkapkan Media bahwa proyek rehabilitasi
/ pelebaran jalan Sentul – Kandang Roda dan Kandang Roda – Pakansari kini dalam tahap pengerjaan, dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan RAB.

Pembangunan Jalan Sentul – Kandang Roda dengan kontraktor PT. KBP diduga terjadi penyimpangan bahan material yang tidak sesuai RAB.

Sebagaimana terlihat pengerukan dan pemadatan drainase pada sisi jalan tersebut menggunakan material puing beton dan dilapisi tanah, sementara dalam spesifikasinya seharusnya menggunakan batu krokos.

Yang lebih parah lagi, saluran drainase seharusnya memakai udit dari pabrikan, namun diganti oleh pihak kontraktor menggunakan adukan semen.

Namun Direktur PT. KBP, Naryo, membantah jika udit yang mereka gunakan adalah hasil buatan sendiri. “Itu buatan pabrikan dari PT.JKS, BPI, PT Teckon, PT.Prc dll”, ujarnya ketika dihubungi Wartawan “JP” melalui WA.

Demikian pula halnya dengan proyek pembangunan jalan Kandang Roda – Pakansari, dengan biaya Rp 97 Miliar diduga banyak terjadi penyimpangan.

Pengerjaan proyek tersebut oleh PT LU, khusus pembangunan drainase terjadi dugaan manipulasi material. “PT.LU sebenarnya memiliki reputasi kurang baik”, tulis Jurnal Patroli.

Adanya kisruh pembangunan Jalan Sentul-Kandang Roda dan Kandang Roda -Pakansari tersebut mendapat perhatian Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara.

Wakil rakyat ini berjanji akan turun melihat apa yang terjadi dilapangan. Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Soebiantoro masih bungkam.

Terjadinya dugaan penyimpangan pembangunan kedua proyek ratusan miliar tersebut, diduga akibat kurangnya pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Bagaimana penanganan kasus ini kedepannya, tim berantasaonline akan terus mengikuti dengan cermat.

(JP/red.1)