Mabes Polri Minta Masyarakat Tidak Terpancing Ajakan Berdemo

41

Jakarta, BERANTAS

Telah beredar di Media Sosial dalam poster ajakan aksi untuk menolak penerapan PPKM, yang rencananya massa akan melakukan long march dari Glodok menuju Istana Negara.

“Mengundang seluruh elemen masyarakat! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya,” bunyi imbauan di poster aksi Jokowi End Game itu.

Belum jelas siapa pelaksana aksi tersebut. Namun poster itu menyertakan logo beberapa aplikator ojek online serta aliansi mahasiswa dan persatuan pedagang sebagai peserta aksi.

Sementara Delpedro Marhaen dari Blok Politik Pelajar yang dituding sebagai provokator aksi nasional Jokowi End Game membantah hal itu.
“Soal poster Jokowi End Game saya tidak ada kaitan dan tidak tahu siapa inisiatornya.

Tapi, untuk tanggal 24 Juli 2021 jika ditanya akan ada aksi atau tidak? Iya akan ada. Itu tidak bisa dihindarkan akan terjadi karena kita tahu warga sedang marah dengan situasi belakangan ini,” kata Delpedro.

Sementara itu Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat bersiap menghadapi rencana demonstrasi Jokowi End Game oleh sekelompok massa pada Sabtu besok, 24 Juli 2021.

Salah satu persiapannya adalah dengan memasang kawat berduri di sekitar akses masuk Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

“Pemasangan kawat berduri hanya untuk antisipasi saja,” Sebab hal itu sudah menjadi wewenang pihak Polres Metro Jakarta Pusat, ujar Kapolsek Metro Gambir Ajun Komisaris Besar Kade Budiyarta.

Mabes Polri menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan ajakan aksi demo serentak 24 Juli 2021 yang viral di media sosial.

Pasalnya, ajakan demo 24 Juli itu berpotensi menimbulkan kerumunan massa dan akan menambah parah penularan Covid-19.

Imbauan itu disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, karena saat ini jumlah kasus Covid-19 terus melonjak.

Aksi demo tolak PPKM itu dinilai berpotensi menciptakan kerumunan dan hal itu bakal mempercepat laju penularan virus corona.

“Jadi, kami berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi Covid-19 yang masih tinggi,” kata Argo saat dihubungi, Jumat (23/7).

(Rls/Achmad Hudori)