Lebih dari 1500 Sumur Minyak Illegal Beroperasi di Bajubang Batanghari Jambi. Kapolri Diminta Turun Tangan

1038

berantasonline.com (Jambi) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (DPP LSM) Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR), Khotman Idris, di Bogor, Kamis (4/4) mendesak Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian untuk turun tangan menindak tegas dan memenjarakan pelaku Pengeboran Minyak Ilegal yang saat ini berkecamuk didaerah Kabupaten Batanghari Jambi.

Aksi pengeboran minyak illegal tersebut telah meluluh lantakkan Kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin dan merambah wilayah kerja pertambangan PT. Pertamina (Persero), yang dilakukan secara terorganisasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Evi Primawaty kepada Pers belum lama ini mengatakan, lebih dari 1500 sumur pengeboran minyak Ilegal beroperasi daerah Kecamatan Bajubang.

Diperoleh keterangan, bahwa Gubernur Jambi bulan Oktober 2018 lalu telah meminta bantuan Menko Polhukam Wiranto untuk turun tangan. Namun aktivitas tambang liar ditempat tersebut belakangan ini semakin menggila dan parah.

Kadis Lingkungan Hidup Jambi Evi Primawaty mengatakan, secara kasat mata sudah terlihat beratnya pencemaran yang terjadi disana. “Dengan kondisi tercemar separah ini akan sangat berat upaya pemulihan lingkungannya”, ujarnya.

Meskipun demikian, ujar Evi, pemulihan lingkungan tidak mungkin dilakukan selama penegakan hukum tidak berjalan, dimana upaya pemulihan lingkungan dan penegakan hukum itu harus dilakukan secara terpadu.

Selain itu, kehadiran Industri pengolahan hasil minyak illegal di Kabupaten Batanghari Jambi dikeluhkan oleh warga setempat, karena selain mencemari lingkungan, industri itu juga mematikan perekonomian masyarakat setempat.

Sebagaimana dikatakan oleh Widi warga Desa Batin Kecamatan Bajubang, bahwa sejak enam bulan terakhir usaha pengolahan minyak hasil tambang illegal semakin marak, masyarakat mengeluhkan kondisi udara tercemar limbah asap, “Udara semakin kotor lantai rumah juga cepat berdebu. Tanaman karet pun tak lagi menghasil banyak getah, dimana produksi getah sekarang turun drastis”, ujarnya, Selasa (2/4).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari Parlaungan Nasution menegaskan, usaha usaha pemasakan minyak tersebut tidak mempunyai izin alias illegal, aktivitas produksinya juga tidak memperhatikan keselamatan manusia dan lingkungannya. Oleh karena pemasakannya tidak sesuai standar, kerap terjadi ledakan selama proses produksi berjalan.

“Limbah asap dan limbah cair sisa pamasakan pun terbuang langsung kelingkungan sekitarnya sehingga mematikan beragam mikroorganisme didalam tanah”, imbuhnya.

Ketua DPP LSM PAR Khotman Idris menduga, suburnya penambangan minyak illegal dikawan Bajubang Batanghari itu dipastikan adanya keterlibatan oknum tertentu sehingga berkembang pesat tanpa dapat disentuh oleh aparat setempat. Tindakan mereka sudah merugikan negara dan merusak lingkungan.

Khotman mendesak Kapolri dan jajaran segera menutup usaha tambang illegal itu karena nyata melanggar Undang Migas dan Undang Undang Lingkunan Hidup.

(P.Manalu/KP/red.1)