KPUD Kota Bogor Sosialisasikan Tahapan Pilkada Bernuansa Hiburan Bagi Kaum Marjinal

76

berantasonline.com (Bogor) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor menggandeng Yayasan Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Merdeka Bogor, menggelar sosialisasi untuk masyarakat marjinal di Taman Ekspresi Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (31/3/18).

Komisioner KPUD Kota Bogor, Bambang Wahyu mengatakan, dalam tahapan pilkada KPUD melakukan kegiatan sosialisasi sesuai dengan segmentasi masyarakat, salah satunya khusus untuk kaum marjinal yang terdiri dari musisi jalanan, anak jalanan, rumah singgah dan PSK. Kegiatan sosialisasi ini rutin dilakukan KPUD dari tahun ke tahun.

“Mereka juga punya hak konstitusi untuk menggunakan hak pilihnya agar tingkat golput dari masyarakat marjinal bisa kita kurangi dengan kegiatan kegiatan seperti ini,” papar Bambang.

Selain itu, lanjut Bambang, bagi kaum marjinal memang harus digelar kegiatan khusus yang unik dan sarat dengan nuansa hiburan, sehingga bisa menarik perhatian mereka.

“KPUD Kota Bogor melakukan koordinasi dengan Yayasan KPJ Merdeka bahwa kegiatan yang dilakukan itu harus bersifat inovatif dan bisa menghibur. Karena masyarakat marjinal merupakan masyarakat yang tidak pernah tersentuh oleh kebijakan pemerintah,” terangnya.

Lanjut Bambang, KPU dengan segala macam upaya harus bisa menyentuh masyarakat marjinal untuk menggunakan hak pilihnya di pilkada nanti.

Menurutnya, di setiap pemilihan ada relawan demokrasi yang tujuannya untuk meningkatkan partisipasi kaum marjinal.

“Pada pilkada 2018 juga harus dilakukan jangan sampai hak konstitusi mereka tidak mereka dapatkan. Jangan karena mereka tidak tahu mekanismenya, akhirnya tidak menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.

Bambang menambahkan, bagi yang belum terdata, mereka bisa langsung melakukan pendataan atau pengecekan Data Pemilih Sementara (DPS) yang data serta informasinya ada di kelurahan.

“Hal pertama, jika ada perbaikan seperti ingin mencantumkan nama, serta ingin mengetahui siapa yang menjadi pasangan calon pada pilkada nanti sehingga mereka memiliki pilihan, mereka bisa mengetahui apa yang harus dilakukan. Dan poin ketiga, KPU wajib mensosialisasikan kepada mereka tentang tanggal dan hari pemungutan suara agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan KPJ Merdeka, Rizal menuturkan, pada dasarnya tingkat kesadaran masyarakat marjinal di Kota Bogor akan pentingnya suara dalam berdemokrasi sudah cukup tinggi.

“Teman-teman sudah memahami dan sudah saya himbau agar tidak alergi terhadap pilkada nanti. Kita juga bantu tim sosialisasi dari KPUD membagikan brosur agar mereka ingat pada tanggal 27 Juni nanti akan ada pemilihan kepala daerah dan pemilihan Gubernur,” imbuhnya.

Lanjut Rizal, untuk Yayasan KPJ Merdeka, sosiliasi pilkada 2018 baru dilakukan kali ini. Tetapi kata dia, pada tahun 2014 lalu KPJ pernah bekerjasama dengan KPUD dengan nama Relawan Demokrasi.

“Agar kaum marjinal ini tidak di manfaatkan surat suaranya, saya menghimbau teman-teman seprofesi jangan merasa dirinya tidak mempunyai hak pilih. Kita juga sosialisasikan kalau memang belum terdaftar di DPS agar mendatangi kelurahan terdekat dengan domisili masing masing,” pungkasnya. (Agil/Agus )