KPK Tetapkan Bupati Cianjur Tersangka Korupsi Dana DAK SMP, Barang Bukti Rp 1,55 Miliar Diamankan

48
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan

berantasonline.com (Jakarta) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah melakukan pemeriksaan selama 1×24 jam akhirnya menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Mochtar sebagai tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus SMP bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Disdik Kab Cianjur Rosidin, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rudiansyah, Bendahara MKKS Taufik dan Seorang Kepala Seksi di Bidang SMP bernama Budiman.

Wakil Ketua KPK Irjen Pol. Basaria Panjaitan dalam keterangan Persnya Rabu (12/12) menjelaskan sebanyak 14,5 persen Dana Alokasi Khusus yang seharusnya untuk 140 Sekolah Menengah Pertama di Kab Cianjur Jawa Barat untuk membangun fasilitas sekolah tersebut di korupsi.

Akibatnya dana yang sebarusnya digunakan untuk membangun dan melengkapi ruang kelas, laboratorium dan fasilitas lain justru disalahgunakan untuk kepentingan pihak pihak tertentu.

“Dalam kasus seperti ini yang menjadi korban adalah 140 SMP di Cianjur dan masyarakat yang seharusnya juga menikmati anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus ) Pendidikan secara maksimal”, ujar Basaria Panjaitan.

Sejak penyidikan dilakukan akhir Agustus lalu, KPK akhirnya menangkap 7 orang tersangka dan mengungkap sejumlah petunjuk dan bukti awal dari penangkapan tersebut KPK berhasih mengamankan barang bukti uang tunai Rp 1,55 miliar.

Dari tujuh orang yang diamankan tersebut hanya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muhtar, Cecep, Rosidin dan Tubagus Cepy Sethiadi kakak Ipar Bupati yang ditingkatkan sebagai tersangka.

(bust)