KPK Tak Pernah Berhenti. Bupati Banjarnegara Dijebloskan Dalam Tahanan KPK

527

Jakarta, BERANTAS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi menahan dan menjebloskan dalam tahanan seorang Bupati Kepala Daerah yang didakwa maling uang rakyat dengan menerika sogok Rp 2,1 Miliar uang fee Proyek.

Bupati Banjarnegara Jawa Tengah Budi Sarwono, Jum’at malam (3/9-2021) resmi jadi tersangka dan ditahan dalam Rutan KPK Kavling C1 Kuningan.

Dia bersama orang kepercayaan Kedy Afandi sama-sama masuk hotel pordeo, cuma Kedy Afandi ditahan ditempat berbeda yakni di Rutan KPK Pomda Jaya Guntur Jakarta Selatan.

Penahanan dan Penangkapan terhadap Bupati Banjarnegara hanya berselang 4 hari setelah Bupati Probolinggo Puput Tantriana dan suaminya Hasan Aminuddin Mantan Bupati Purbolinggo dan Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem.

Ketua KPK Firli Bahuri Jum’at petang dalam Konferensi Pers katakan, Budi Sarwono telah lama dibidik KPK telah memenuhi unsur dan bukti yang cukup, sehingga Jum’at malam (3/9-2021) resmi ditahan didalam Rutan KPK Kuningan C1.

Terhitung selama 2O hari kedepan hingga tanggal 22 September 2021. Budi Sarwono dan kepercayaannya Kedy Efendi datang menghadap KPK Jum’at (3/9-2021) pagi PKL 09.30 dan diperiksa hingga sore hari.

Setelah diperiksa intensif keduanya langsung dikenakan Jaket Warna Ungu kebanggaan KPK dan langsung diborgol, kemudian sang Bupati bersama kepercayaannya dalam keadaan tangan diborgol digiring masuk dalam sel tahanan Rutan KPK.

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, Bupati Banjarnegara tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sebelumnya pada tanggal 10 Agustus 2021 penyidik KPK menggeledah Rumah Dinas Bupati Banjarnegara penyidik berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti berupa dokumen terkait perkara.

Sebelumnya pada tanggal 9 Agustus 2021 di Kantor Dinas PUPR Kab Banjarnegara dan Kantor PT Bumi Rejo juga ditemukan bukti bukti serta di kantor PT Sambas Wijaya di Jl Yasadiwiria ditempat ini ditemukan barang bukti elektronik.

Pada hari Jum’at (3/9-2021) Komisi Pemberantasan Korupsi juga menjebloskan dalam sel Rutan KPK satu Pejabat Dinas PUPR terkait Korupsi Pembangunan Jalan PPTK Tirta Adi dan dua Pengusaha yakni Didiet Hadianto dan Firjan Taufan. Sebelumnya telah diperiksa 101 orang saksi termasuk para Pejabat.

Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari Jum’at itu pula (3/9-2021) menahan Andri Rini Yaktingsari Staf Perum TT berkaitan dengan Bosnya Direktur Utama Djoko Saputro, diduga merugikan negara Rp 3,6 Miliar dalam Pengembangan SDM dan study korporat yang digelembungkan dari Rp 2,8 Miliar menjadi Rp 9,55 miliar.

Sementara itu dalam sidang penerimaan suap Mantan Penyidik KPK Stapanus Robin Pattuju
Wk Ketua DPR Azis Syamsuddin menyerahkan uang sebesar Rp.3,099 Miliar kepada Mantan Penyidik KPK tersebut. Terkait dengan perkara Walikota Tanjung Balai. Penyerahan dilakukan bersama Ketua AMPG Aliza Gunardo.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan KPK melakukan pemberantasan Korupsi tak pernah berhenti sampai Indonesia bersih dari korupsi. “Kami memahami keinginan masyarakat dan kami akan terus bekerja. Tolong berikan waktu pada kami untuk mengumpulkan bukti bukti untuk menemukan tersangkanya”, ujar Firli.

(bust/red.01)