KPH Yudanegara Silaturahmi dengan Mahasiswa dan Sesepuh Lampung di Yogyakarta

184

YOGYAKARTA – BERANTAS

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara, Sebelumnya bernama Achmad Ubaidillah adalah suami dari Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Putri kelima dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia merupakan menantu pertama Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang bukan keturunan bangsawan Jawa, melainkan Bangsawan Luar Jawa Tepatnya berasal dari Lampung. Ayahnya asli Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Ibunda dari Kabupaten Lampung Utara.

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) H. Yudanegara, Ph.D., menghadiri kegiatan silaturahmi dengan sekitar 80 orang perwakilan Mahasiswa/Mahasiswi asal daerah asalnya Provinsi Lampung yang menempuh studi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (9/1).

Acara silaturahmi yang diselenggarakan di The West Lake Resort, Kalurahan Trihanggo, Gamping, Sleman tersebut juga dihadiri oleh sesepuh warga Lampung di DIY dan juga mahasiswa/mahasiswi yang berasal dari 15. kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Miksan, SH., M.Si., selaku Ketua Sesepuh Warga Lampung di DIY membuka acara silaturahmi dengan sambutan selamat datang. Miksan yang juga asalnya dari kabupaten pesawaran lampung menceritakan awal mula kegiatan silaturahmi ini dilaksanakan saat bertemu Kanjeng Yudo di Kepatihan.

Miksan yang juga menjabat Kepala Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia Setda Kabupaten Gunungkidul lantas menceritakan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan warga Lampung yang ada di Yogyakarta kepada KPH. Yudanegara, selepas pembahasan Raperda tersebut.

KPH. Yudanegara lantas mengusulkan ingin bersilaturahmi temu kangen bersama mahasiswa-mahasiswi dan sesepuh Lampung yang ada di Yogyakarta yang berjumlah 8.500 mahasiswa/mahasiswi dari 15 kabupaten/kota yang ada dilampung, Guna mempererat keakraban selama tinggal dan menempuh studi di DIY.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HIPMALA (Himpunan Masyarakat Lampung) menyampaikan aspirasi dan usulan kepada KPH. Yudanegara. Saat angka penularan pandemi Covid-19 di DIY tinggi pada pertengahan tahun 2021 kemarin, anggota-anggota HIPMALA telah memperoleh bantuan dari Pemda DIY. Namun bantuan tersebut masih dirasa kurang, mengingat jumlah anggota dan kebutuhan mereka cukup banyak. Oleh karena itu, HIPMALA masih membutuhkan perhatian dari sesepuh Lampung dan KPH. Yudanegara sebagai perwakilan orang tua mereka di DIY.

Selain itu, HIPMALA juga berharap agar sesepuh warga Lampung dan KPH. Yudanegara mendukung setiap kegiatan yang akan dilaksanakan rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi Lampung di DIY.

KPH. Yudanegara dalam sambutannya, Selain menceritakan latar belakang dan asal keluarga di Lampung juga menceritakan perjalanan karirnya.

Karirnya berawal di Kementerian Dalam Negeri, sebagai Staf Biro Umum Departemen Dalam Negeri di Jakarta. Kemudian pada tahun 2003 – 2005, KPH. Yudanegara menjadi Ajudan Gubernur Lampung.

Tahun 2007 – 2009, KPH. Yudanegara ditugaskan sebagai Ajudan Sekretaris Wakil Presiden, lalu sebagai Sekretaris Pimpinan pada Sub Bagian TUP Kediaman Resmi Wapres pada tahun 2009 – 2011, dan menjabat Kepala Substansi Komunikasi Politik Bidang Media Cetak Sekretariat Wakil Presiden pada tahun 2011-2013.

Tahun 2013, KPH. Yudanegara memperoleh beasiswa LPDP Kementerian Keuangan, dan mengambil doktor pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Yamaguchi, Jepang. Menyelesaikan studi Ph.D di tahun 2017, KPH. Yudanegara kemudian ditugaskan sebagai Kapala sub Penyiapan Acara Kepresidenan di Sekretariat Presiden RI, hingga bergabung dengan Pemda DIY pada Oktober 2020.

KPH. Yudanegara berharap agar mahasiswa-mahasiswi Lampung di DIY segera menyelesaikan kegiatan pembelajaran di Yogyakarta tepat waktu dan kemudian dapat kembali ke Lampung dengan membawa bekal yang telah di dapatkan untuk membangun Provinsi Lampung. “Ini pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X pada semua mahasiswa yang sedang menempuh studi di DIY. Beliau juga berpesan agar menjaga silaturahmi dan saling menolong, berbaur dengan masyarakat DIY”, sambung KPH. Yudanegara.

KPH. Yudanegara berpesan, agar warga Lampung di DIY menyusun AD/ART organisasi. Dengan demikian ada acuan bagi kepengurusan dan kegiatan bagi anggota-an ggotanya. Tiap tahun pasti ada penambahan anggota baru, dari mahasiswa/mahasiswi baru Lampung yang menempuh studi di DIY. KPH. Yudanegara juga berharap nantinya kegiatan silaturahmi warga Lampung ini dapat dilaksanakan tiap tiga bulan sekali.

Terakhir, KPH. Yudanegara memberikan semangat bagi adik-adik mahasiswa Lampung agar sukses menempuh studi, dan lebih aktif lagi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pendukung untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa/mahasiswi serta sesepuh warga Lampung di DIY. KPH. Yudanegara menyampaikan dukungannya pada setiap kegiatan positif yang dilaksanakan adik-adik mahasiswa dan sesepuh Lampung di DIY.

(Sam/red.1)