Kota Depok Gelar Rapid Test Covid-19

18

berantasonline.com DEPOK –

Pemerintah Kota Depok berencana akan menggelar rapid test (uji cepat) massal Covid-19 di Rumah Sakit, dan Puskesmas untuk menangani pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien yang mengeluhkan gejala mirip Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan pihaknya sudah menerima sebanyak 2.400 alat rapid test dari pemerintah pusat.

Novarita mengatakan rencana rapid test akan dilakukan esok hari.
Namun pihaknya belum menemukan formula yang tepat tekhnis pelaksanaan rapid test tersebut.

“Saat di hubungi awak media , Rabu (25/3/2020) ia mengatakan setalah hari ini kami menerima 2400 alat rapid, esok akan kami laksanakan rapid test massal Covid-19. Tapi seperti apa teknisnya sekarang ini akan kami bahas,” kata Novarita.

Dia menyebutkan, rapid test Covid-19 di prioritaskan bagi PDP dan ODP atau pasien yang mengeluhkan gejala mirip Covid-19 serta petugas medis yang melakukan pemeriksaan rapid test.

“Pokoknya rapid test Covid-19 untuk orang-orang yang terindikasi. Jadi enggak ada orang yang datang-datang minta rapid test. Kalau enggak ada keterkaitan sama Covid-19, tidak dikasih,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membatalkan rapid test masal Covid-19 yang semula akan digelar di alun-alun Kota Depok

Pembatalan tersebut dikarenakan menimbulkan kerumunan orang disuatu tempat, sehingga dikhawatirkan akan mempercepat penularan virus corona.

Akhirnya, Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad memutuskan agar rapid test digelar di seluruh puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Depok.

“Kami sampaikan beberapa perubahan kebijakan terutama perubahan tempat rapid tes bagi ODP.

Yang semula yang akan dilaksanakan di alun-alun, dibatalkan dan berubah pelaksanaannya di seluruh puskesmas di Kota Depok,” kata Idris dalam keterangan persnya, Rabu (25/3/2020).

Dia menyebutkan rapid test di prioritaskan kepada pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien yang mengeluhkan gejala mirip Covid-19, serta petugas medis yang melakukan pemeriksaan rapid test.

“Rumah sakit – rumah sakit yang merawat PDP dan juga tenaga kesehatan yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap saat kontak erat dengan pasien positif,” ujarnya.

“Juga di puskesmas – puskesmas untuk seluruh ODP dan pasien yang datang ke puskesmas yang memiliki indikasi mirip Covid-19 serta tenaga- tenaga kesehatan yang tidak menggunakan APD lengkap saat kontak erat dengan pasien positif”, pungkas Idris.

(Achmad Hudori)