Kota Bogor Berlakukan PSBMK, Bima Sidak ke Sejumlah RW

82

berantasonline.com Bogor.

30/8/2020. Dengan Berubahnya Kota Bogor dari zona orange (beresiko sedang) ke zona merah Covid-19 (beresiko tinggi), Pemkot Bogor mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) Minggu (30/8/2020).

Wali Kota Bogor Bima Arya beserta jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Di Minggu siang, Bima Arya sidak langsung ke tiga RW zona Merah, yakni di RW 05, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, RW 04 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal dan RW 01 Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Dengan berjalan kaki Bima Arya mendatangi rumah pasien terkonfirmasi positif. Bima menyapa warga agar patuh menerapkan Protokol Kesehatan. Bima langsung memberikan pesan singkat.

“Dikarena Kota Bogor sekarang ditetapkan zona merah, ada 104 RW zona merah. Pemerintah Kota Bogor secara resmi melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas. PSBMK ini fokus pengawasan ke wilayah di RW zona merah,” ujarnya.

Bima mengatakan, khusus RW zona merah dimohon kerjasamanya untuk patuh menerapkan protokol kesehatan, mengurangi aktifitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, memakai masker saat keluar rumah, tidak membuat acara yang mengundang kerumunan, melapor ketika ada orang dari luar kota atau warga yang ingin keluar kota, membatasi jam malam dan terus memantau keluarga pasien terkonfirmasi positif.

“Setiap hari dipantau kesehatan keluarga yang positif, terus dijaga protokol kesehatannya dan semoga warga yang terkonfirmasi positif segera diberi kesembuhan,” kata Bima.

” Hari ini Kota Bogor pedemik Covid’19 ada penambahan 23 positif, dua diantara nya seorang bayi dan seorang kakek (lansia). Situasi seperti ini harus menjadi kepedulian bersama, karena siapa saja bisa terkena virus Corona. Ini juga yang membuat pentingnya pembatasan aktivitas di luar dan pembatasan aktivitas malam hanya sampai pukul 21.00 WIB.

“Ukuran weekend relatif sepi, tinggal konsisten semuanya mengawasi. Mulai besok Insya Allah diberlakukan sanksi teguran, teguran sosial, denda dan untuk unit usaha yang masih membandel akan dicabut izin usahanya. Warga juga bisa melaporkan pelanggaran, indikasi kasus, aparat tidak responsif ke RW Siaga atau ke Aplikasi Si-Badra,” tegas Bima.

Sementara itu Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid mengatakan, di RW 01 Kelurahan Tegallega telah terkonfirmasi satu orang positif Covid-19 yang saat ini sedang melakukan isolasi di rumah, beruntung empat keluarga lainnya setelah dilakukan Swab hasilnya negatif. Pihaknya bersama kelurahan terus melakukan himbauan dan sudah memasang banner dan leaflet di RW 01.

“Sesuai saran pak wali kami akan terus berjuang memerangi Covid-19 dengan mematuhi semua protokol kesehatan,” imbuhnya.

Lain hal dengan Lurah Empang, Harry Cahyadi menjelaskan, penerapan PSBMK sudah dilakukan di wilayah RW 05 terkait ada satu warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan sejak empat hari lalu, pasien sudah diisolasi di Rumah Sakit. Sementara istri dan anaknya melakukan isolasi mandiri di rumah sampai 14 hari kedepan.

“Kami distribusikan sembako untuk keluarga pasien selama empat belas hari kedepan. Dan kami juga edukasi warga sekitar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan”. Tegasnya.

(Ii Syafri),