Kondisi Mesuji Kondusif, 500 Personil TNI/Polri Disiagakan

69
Kapolres Mesuji AKBP. Edy Purnomo.

berantasonline.com (Lampung) Bentrokan yang terjadi di daerah Mesuji Lampung belum lama ini, kini telah berangsur pulih kembali. Keadaan semakin kondusif sebanyak 500 Personil TNI/Polri telah diterjunkan mengamankan situasi.

Sebagaimana diketahui pada hari Rabu (17/7) lalu telah terjadi bentrokan berdarah menyebabkan 4 orang warga tewas dan 7 orang mengalami luka luka.

Menurut Kapolres Mesuji AKBP. Edy Purnomo bahwa telah terjadi bentrokan antara dua kelompok yaitu Kelompok Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 dan Kelompok Pematang Panggang MesujI Raya. Dimana peristiwanya terjadi pada hari Rabu (17/7) sekitar pukul 14.00 wib di Mekar Jaya Abadi KHP 45 SBM, dilatar belakangi oleh pembajakan diarea lahan setengh hektar yang diakui milik Yusuf (41) anggota Kelompok Mekar Jaya Abadi.

Kejadian pembajakan itu diketahui oleh salah seorang warga Kelompok Mekar Jaya Abadi, sontak kentongan dibunyikan dan warga berdatangan, kemudian mereka menginterograsi seorang pembajak dan menyuruhnya pulang.

Taklama kemudian massa Kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya datang sambil membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan terhadap Kelompok Mekar Jaya Abadi.

“Sehingga menimbulkan korban 4 orang tewas yakni DI, JN, RI dan RW. Serta mengakibatkan 7 orang luka luka, yakni YL,JO,BI, HO, RT, RN dan Ii mereka dilakukan perawatan. di Asa Medika Pematang”, ujar Edy.

Sementara itu Kabag Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra mengatakan lahan yang dimilki sekelompok warga di Mesuji Lampung yang menjadi akar bentrokan warga, merupakan bagian dari hutan lindung.

Polri menegaskan bahwa semestinya hutan lindung tidak boleh diberdayakan warga. “Upaya mengelola tanah yang sebenarnya berada dihutan lindung semestinya tidak boleh”, ujar Kombes Asep.

Dijelaskan oleh Kabag Penmas Div Humas Polri, akibat bentrokan yang dikenal dengan Mesuji berdarah itu yakni 4 orang warga tewas diantaranya merupakan warga Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan sedangkan satu orang kritis dan 10 orang luka luka.

(KC/Wahyu/Nia/Benk)