Komisi I DPRD Pesibar Kunjungan Kerja ke Kantor BNPB

167

berantasonline.com (Lampung) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat melakukan Kunjungan Kerja ke Kanror Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (27/3).

Dalam kunjungannya, rombongan Komisi I DPRD Pesibar di sambut oleh Kasubdit BNPB beserta staf, diawali dengan perkenalan seluruh Anggota Komisi I DPRD Pesisir Barat mulai dari Sekretaris Komisi I Ahmad Husaini, Ketua Komisi I, Elizawati, dan diikuti anggota komisi lainya, Ali Yudiem, Mega Mustika, Sri Suyanti, Asnawi Zein, dan Wahyu Nurbaeti.

Setelah acara perkenalan, Komisi I DPRD Pesisir Barat dihadapan Kasubdit BNPB, memaparkan kondisi Goegrafis Kabupaten Pesisir Barat dan potensi kekayaan alam yang terkandung serta potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

Sementara itu, Kasubdit BNPB memberikan beberapa masukan terkait pencegahan bencana yang bisa dilakukan. Seperti bila terjadi bencana di saat masa kampanye yang sekarang sedang berlangsung, Kasubdit mengatakan, sebaiknya banner dan baliho para Caleg diberikan kuote yang menarik dan mengedukasi masyarakat.

Karena menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Kasubdit berpesan “jangan pernah takut dengan bencana, karena negara kita berada di area yang rawan bencana, seperti banjir, longsor, Tsunami dan lainnya, maka dari itu, mari kita bersama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Dijelaskanya juga, pada 26 April mendatang merupakan hari kesiap siagaan bencana nasional. Kasubdit meminta agar semua satuan kerja baik pusat ataupun daerah, untuk membunyikan alarm pada tanggal 26 April nanti.

Menurutnya langkah tersebut guna melihat respon masyarakat terhadap kejadian bencana. “Namun sebelumnya harus dikondisikan terlebih dahulu, baik lokasi, zona evakuasi dan siapa komando, dalam kegiatannya tersebut nantinya”, imbuhnya.

Mengingat kondisi wilayah Pesibar yang rawan terjadi bencana, Kasubdit BNPB berharap pemkab Pesibar mengikuti program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) guna memberikan pengetahuan yang luas kepada masyarakat. “Pemkab juga sebaiknya membangun Sekolah Aman Bencana (SMAB), untuk memberikan edukasi dini kepada masyarakat tentang penanganan bencana”, pungkasnya.

Diakhir acara Kasubdit BNPB memberikan saran kepada jajaran DPRD Pesibar, untuk segera melaksanakan Hearing dengan pihak BMKG guna kepentingan informasi dan penjelasan ancaman yang bisa terjadi dalam beberapa bulan kedepan terkait Sesar semako di Kabupaten Manna Provinsi Bengkulu.

Diharapakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mampu memprediksi ancaman yang bisa terjadi hingga tiga bulan kedepan, yang akan sangat membantu pemerintah dalam mencegah dampak bencana.

(ADVETORIAL)