KKN Tematik UTM Kelompok 98 Sosialisasikan Minuman JAKUSE, Kompos Organik, Pestisida Nabati, dan Media Tanam

54

Madura, BERANTAS

Covid-19 (Coronavirus disease 2019) merupakan penyakit yang disebabkan oleh jenis virus baru yaitu Sars-Cov-2 yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019.

Penyebaran covid-19 di dunia sangat pesat terutama di Indonesia aspek kesehatan dan ekonomi yang paling dominan terkena dampak buruk dari adanya covid-19 masyarakat dituntut untuk ekstra dalam menjaga imunitas tubuh supaya tidak terpapar covid-19 terutama untuk lansia dan orang-orang yang memiliki penyakit bawaan.

Mutmainna, Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura peserta KKNT Kelompok 98 menjelaskan, selain menjaga imunitas tubuh, masyarakat harus berpikir keras bagaimana cara untuk mempertahankan perekonomian agar tetap stabil karena dampak covid-19 bukan hanya pada aspek kesehatan tetapi juga besar pada aspek ekonomi.

Sosialisasi pembuatan jamu, kompos, pestisida nabati, dan pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam (pot) dilakukan oleh KKNT UTM kelompok 98 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Mery Atika S.Psi., M.Si. di Desa Beraji Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep.

Namun sangat disayangkan karena sedang diterapkannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) maka sosialisasi ini tidak dapat dilaksanakan secara langsung melainkan menggunakan media yang berupa poster dan video edukasi.

JAKUSE (Jahe, Kunyit, dan Sereh) merupakan nama jamu yang disosialisasikan oleh Mutmainna. Nama JAKUSE diambil dari bahan dasar pembuatan jamu tersebut yaitu jahe, kunyit, dan sereh.

“Dengan melihat pesatnya penyebaran covid-19 saat ini, menjaga imunitas tubuh merupakan hal yang paling utama. Meminum jamu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh” Kata Mutmainna.

Selain meningkatkan imunitas tubuh jamu juga tidak memiliki efek samping yang buruk jika dikonsumsi secara rutin setiap hari.

Program yang kedua yaitu pembuatan kompos yang disosialisasikan oleh saudari Khairatul Muhlisa, pembuatan kompos ini menggunakan bahan dasar kotoran sapi dan sampah organik.

“Melihat semua harga barang naik dimasa pandemi terutama harga pupuk, menurut saya membuat kompos dengan memanfaatkan sampah organik disekitar kita dapat membantu perekonomian masyarakat” Tutur Khairatul Muhlisa.

Khairatul Muhlisa juga menjelaskan bahwa pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah organik selain dapat membantu perekonomian masyarakat juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
Program yang ketiga adalah pembuatan pestisida nabati dengan bahan dasar bawang putih yang disosialisasikan oleh Lisakotul Amaniyah

“Mari kita kurangi penggunaan pestisida sintetik untuk menyelamatkan lingkungan kita dimasa depan” ucap Lisakotul Amaniyah.

Sementara itu, Mahasiswi lainnya, Rini Putri Kundira mensosialisasikan pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam (pot)

“Khairatul Muhlisa memanfaatkan yang sudah terurai sedangkan saya yang tidak mudah terurai” tutur Rini Putri Kundira.

Rini Putri Kundira juga mengatakan bahwa dia tidak ingin sampah seperti botol bekas, kaleng bekas, dan lain sebagainya hanya berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) karena sampah-sampah tersebut juga dapat bernilai ekonomis jika diolah kembali.

“Kami hanya menyayangkan bahwa kami tidak dapat mensosialisasikan empat program kami secara langsung pada masyarakat,” Terangnya

Dan tak lupa keempat anggota kelompok 98 KKNT UTM tersebut mengucap syukur atas selesainya program kerja yang mereka rencanakan. “Kami berharap keempat program kerja tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya”, pungkasnya.

(Ansori/red.2)