Ketua PERWAST Angkat Bicara Terkait Pengusiran Wartawan di Pabrik Kimia Cikande

22

Berantasonline.com Cikande

Ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST) Angga angkat bicara terkait pengusiran kedua wartawan yang sekaligus merupakan anggotanya, Minggu (25/10/20).

Seperti diketahui sebelumnya telah terjadian kebakaran yang dialami Pabrik kimia (PT.TSIK) pada jumat (24/10/20) kemarin danhm memakan satu korban jiwa.

Ironisnya, terjadi pengusiran yang dilakukan oknum satpam dan beberapa orang di dalam pabrik tersebut terhadap dua wartawan media online yg hendak meliput.

“Di dalam Undang-Undang pers Pasal 18 sudah jelas bahwa Orang yang menghambat dan menghalangi kerja Wartawan Dapat Dipidana 2 tahun penjara atau denda 500.000.000, Karena itulah panduan kita dalam melaksanakan tugas sebagai wartawan, dan kita harapkan kejadian seperti itu nantinya tidak ada lagi di Kabupaten Serang ” Ucap Angga.

“Kami Mengecam keras oknum yang melakukan pelarangan peliputan bagi jurnalis”, tegas Angga.

Dua wartawan media online (Patroli.co dan Sinarpagijuara.com) saat mengambil gambar di usir dan di dorong keluar pintu gerbang.

Adalah Josh munte dan nurjamin, kedua wartawan ini mengalami pengusiran, kronoligis singkat saat kedua wartawan datang dan melihat asap tebal di dalam area pabrik dan karyawan berhamburan keluar, kedua wartawan ini langsung mendekati pabrik tersebut dan akan mengambil gambar, namun naas oknum satpam PT TSIK ini yang tidak mengerti UU Pers No40 tahun 1999 ini mengusir dan mendorong dan sempat kejadian tersebut terekam kamera hp wartawan.

Walaupun kedua wartawan ini sudah menyebutkan identitasnya, namun oknum satpam tetap mengusir dan mendorongnya mundur, “pak ga boleh foto foto pak ! , diluar saja pak, saya disuruh pimpinan saya , diluar aja pak! ” ucap oknum satpam yang belum diketahui namanya.

Kembali beberapa orang datang menghampiri kedua wartawan tersebut , tampak dalam video orang tua berjenggot panjang mengusirnya dan diikuti rekan rekannya yang dari dalam area pabrik, ” jangan mentang mentang media kamu! ” ucap si bapak tua berjenggot.

(rs)