Ketua DPRD Natuna : Stok Beras Bulog Aman Hadapi Penyebaran Virus Corona

18

berantasonline.com Kepri

Unsur Pimpinan dan Lintas Komisi DPRD Natuna lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tradisional Ranai, Distributor dan Gudang Bulog Natuna guna mengecek Stok Sembako dan harga, Selasa (24/03/20) siang.

Turut hadir di dalam Sidak ke Pasar Tradisional, Distributor dan Gudang Bulog, Ketua DPRD Natuna, Andes Putra, Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik, Ketua Komisi I Wan Harismunandar dan anggota Azy Aska, Ketua Komisi II Marzuki , anggota DPRD dan Perwakilan Dinas Perindag Natuna.

Untuk ketersediaan stock beras bulog menghadapi wabah corona (Covid-19) saat ini masih aman,” ucapnya

Sebab Stock beras di gudang Bulog Ranai sebanyak 100 ton dan di  gudang Bulog Sedanau masih tersedia 90 ton termasuk yang belum bongkar dikapal.

Dia menjelaskan kebutuhan beras bulog perbulannya disaat situasi normal pihak Bulog mendistribusikan sebanyak 150 ton perbulan. Dengan adanya wabah Covid -19 ini pihak Bulog berencana akan menambah distribusi beras bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat ini, terang Andes.

Selain ketersediaan stock beras Bulog hasil pengecekan dan pemantauan dilapangan. Harga sembako di pasar Tradisonal Ranai masih relatip stabil belum ada lonjakan harga yang signifikan.

” Untuk harga sembako seperti cabe, minyak makan dan ikan masih stabil hanya saja keluhan pedagang sepi dari pembeli,” sebutnya.

Akibat dampak wabah virus corona dan pemberlakuan untuk menghindari keramaian sehingga sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat merasa khawatir berbelanja ke pasar.

Harga sembako di Pasar Tradisional Ranai masih relatip stabil hanya saja keluhan pedagang kepada DPRD sepi dari pembeli dampak wabah corona (Covid-19).
Hanya kata Andes, ketersediaan Gula saat ini diperkirakan masih kurang dan para pedagang berencana akan menambah stock gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kemudian Jahe merah menjadi barang langka semenjak virus Covid-19 menjadi bencana nasional.

Menurut penuturan pedagang, warga membeli Jahe merah untuk diolah menjadi jamu, kemudian di konsumsi untuk ketahanan tubuh.

Andes mengimbau kepada masyarakat Natuna jangan sampai terjadi panic buying (pembelian berlebih-lebihan) agar tidak menganggu ketersediaan pangan. Terlebih adanya juga himbauan pihak aparat kepolisian untuk tidak menimbun sembako dan memanfaatkan situasi wabah corona untuk mencari keuntungan.

Dia mengajak masyarakat Natuna untuk bersama-sama melawan wabah virus corona dengan tetap menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan, aktivitas olahraga, minum vitamin untuk menambah kekebalan tubuh dan hindari keramaian serta berdoa, beriktiar agar virus corona cepat berlalu,” tutupnya.

(Jabaruddin)