Keprihatinan Terhadap Sampah, Warga Kp. Sampay Cisarua Membuat Incinerator Ramah Lingkungan dan Ciptakan Lapangan Kerja

92

berantasonline.com (Bogor)

Permasalahan sampah di Indonesia antara lain semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat yang tidak peduli akan lingkungan, kurangnya tempat pembuangan sampah. Alhasil masyarakat membuang sampah sembarangan sehingga bisa menimbulkan banjir, sumber polusi, pencemaran tanah, air serta udara. Pasalnya sampah menjadi tempat berkembang biak bakteri dan sumber penyakit.

Permasalahan pengelolaan sampah menjadikan PR bagi pemerintah, sehingga pemerintah mengeluarkan regulasi, salah satunya melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Terlepas dari itu, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga melakukan sosialisasi, diseminasi, penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok-kelompok masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Terinspirasi dari begitu banyaknya sampah yang menjadi sumber masalah hampir disetiap daerah, seorang warga Kp. Sampay RT 2/3 Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Iwan Iskandar (44) telah berhasil membuat alat pembakar sampah ramah lingkungan (Incinerator) dengan bahan yang cukup ekonomis tapi hasilnya sangat luar biasa, sehingga bisa menanggulangi sampah di lingkungannya.

“Ada beberapa hal yang menginspirasi saya, awalnya keprihatinan saya terhadap sampah yang memang sudah tidak terkendali, itu menjadi masalah lingkungan yang khusus. Beberapa kali kita menyelesaikan dan mencari solusi, tetapi sistem yang biasa masyarakat lakukan itu adalah memindahkan sampah dari suatu tempat ke tempat lain, seperti sampah diambil dari rumah warga selanjutnya dipindahkan ke TPA, nah yang di TPA itu otomatis sampah akan terus menumpuk hingga menjadi masalah besar”, demikian dikatakan pembuat Incinerator Iwan Iskandar saat ditemui berantasonline.com di lokasi, Rabu (15/09/2021).

Lebih lanjut Iwan mengatakan, kalau sistemnya seperti itu otomatis masalah sampah tidak akan ada solusi dan bahkan kedepannya bisa menjadi bom waktu bagi lingkungan itu sendiri maupun nasional. Maka dari itu, saya membuat reset Incinerator ramah lingkungan agar sampah warga khususnya di daerah saya bisa teratasi dan sekaligus bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga yang terkena PHK imbas dari Pandemi Covid-19.

“Awal Pandemi Covid-19 banyak sekali warga di lingkungan saya yang kena PHK. Dari satu sisi warga yang kena PHK mempunyai pendidikan formal yang rendah seperti SD, SMP dan ada beberapa yang SMA, sehingga sangat sulit untuk mencari pekerjaan lagi. Dari situ saya berpikir kenapa tidak membangun atau menciptakan income di lingkungan itu sendiri dengan cara mengambil sampah dirumah warga kemudian sampah tersebut kita sortir, yang bisa dijual kita pisahkan dan yang tidak kita bakar”, paparnya.

Adapun hasil reset atau pembuatan Incinerator, Iwan telah berhasil menjual ke empat pemesan sebanyak 7 unit diantaranya Pondok Pesantren Al-Ilhaniyah Karawang, PLN Peduli, Desa Tugu Selatan serta Pandanwangi. Dari harganya sendiri Iwan menjual cukup murah karena media untuk pembakarannya hanya menggunakan air dan oli bekas dan untuk suhu panasnya itu sendiri bisa menghasilkan 800°C, sehingga bisa menghancurkan semua jenis sampah hingga menjadi abu bahkan abunya juga bisa menjadi media tanam atau pupuk.

“Kedepannya, lingkungan harus menciptakan lingkungan itu sendiri dengan baik karena akan mewariskan kepada anak cucu kita, kalau kita tidak menjaganya dari sekarang, siapa lagi yang akan menjaganya. Terakhir motto saya, kalau kita menjaga alam maka alam akan menjaga kita”, pungkasnya.

(Ris)