KEPALA DKP PESISIR BARAT : NELAYAN YANG TERTANGKAP DALAM PERBURUAN BENUR, AKAN DICABUT ASURANSI DAN KARTU NELAYANNYA

1085

berantasonline.com (Pesisir Barat) –Terkait maraknya penangkapan benur (bibit lobster) yang terjadi di perairan Pesisir Barat Lampung,  mulai dari perairan teluk Bengkunat, laut Sigging, Tanjung Setia, Pesisir Tangah dan perairan Lemong.

Kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten Pesisir Barat, Hasnul Abrar, di temui di ruang kerjanya, Rabu (14/11) angkat bicara. Terkait marak nya perburuan benur oleh para nelayan.

Dijelaskan Abror ,” dinas kelautan dan perikanan kabupaten Pesiisir Barat sudah memberikan petunjuk dan pengarahan kepada seluruh nelayan yang ada di Pesisir Barat, agar tidak bekerja sebagai pencari benur (bibit lobster) hal itu disebabkan adanya peraturan kementerian kelautan yang jelas melarang perburuan Lobster, yaitu permen KP Republik Indonesia No.1/2015 tentang penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus Pelagicus spp.). Yang isinya mengataur tata cara dan aturan salah satunya , penangkapan  udang  lobster dengan panjang kerapas diatas delapan centimeter (cm) atau bobot 300-400 gram, itu yang sudah bisa ditangkap, dan sebelum mencapai ukuran tersebut di larang untuk ditangkap.

Masih lanjut  Abror, “dinas kelautan dan Perikanan Pesisir Barat, juga  sudah menghimbau dan menjelaskan kepada nelayan, bahkan dirinya sudah menyampaikan peringatan keras kepada para nelayan, bahwa ;  “apabila ada nelayan yang tertangkap oleh pihak penegak hukum ataupun terjadi hal hal yang tidak diinginkan dalam aktifitas  terkait perburuan benur,  dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Pesisir barat, mengancam tidak akan mencairkan asuransi nelayan yang bersangkutan, dan akan mencabut hak nelayan tersebut. Tegas Abror.

(Benk)