Kekuatan Pendukung Joko Widodo di Parlemen Mencapai 60,7 % Kursi. PKS Nyatakan Sebagai Kekuatan Penyeimbang

2007

berantasonline.com (Jakarta) – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Senin (1/7) di Gedung Parlemen mengatakan Partainya akan tetap menjadi kekuatan Penyeimbang di DPR terhadap Pemerintahan Joko Widodo-Amin.

“Sikap politik ini akan dilembagakan dalam forum musyawarah Majelis Syuro PKS. Menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif adalah pilihan yang rasional dalam kondisi sekarang”, tegasnya.

Sementara itu Partai Pendukung Prabowo-Sandi diproyeksikan menguasai 226 kursi DPR terdiri dari Gerindra (78 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (50 kursi), PAN (44 kursi) dan Demokrat (54 kursi).

Mantan Calon Wapres Sandiaga Uno menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Joko widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres terpilih masa bhakti 2019 -2024, dan berjanji akan datang dalam acara pelantikan Presiden-Wakil Presiden bulan Oktober 2019 apabila di undang.

Kekuatan pendukung Jokowi-Amin di DPR diproyeksikan mencapai 349 kursi atau 60,7 persen dari total 575 kursi DPR. Lima Partai pendukung terdiri dari PDIP (128 kursi) Partai Golkar (85 kursi) Nasdem (59 kursi) PKB (58 kursi) dan PPP (19 kursi).

Diperoleh keterangan, Partai Demokrat akan menentukan sikap, Demokrat akan mengambil keputusan setelah 10 Juli 2019 melalui Rapat Pleno Majelis Tinggi Partai. Sedangkan PAN akan melalui Rapat kerja nasional Juli atau Agustus 2019 nanti.

Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra Mohammad Syafei mengatakan masih ada perbedaan pendapat di internal Partai Gerindra terkait dengan posisi politik kedepan. Ia mengatakan mayoritas kader Partai Gerindra ingin berada diluar pemerintahan.

Kekuatan pendukung Jokowi-Amin di DPR diproyeksikan mencapai 349 kursi atau 60,7 persen dari total 575 kursi DPR. Lima Partai pendukung terdiri dari PDIP (128 kursi) Partai Golkar (85 kursi) Nasdem (59 kursi) PKB (58 kursi) dan PPP (19 kursi).

(bust)