Kejari Kota Bogor Dinilai Tak Mampu Menemukan Kandang Tikus Pencuri Aset Pemkot

203

Bogor, BERANTAS

Penjelasan Kajari Bogor, Sefti Anggaraini membuat pendemo tak puas. Gerakan Mahasiswa & Pemuda Peduli Aset Negara (GEMPPAR) menggelar aksi di Balaikota Bogor, terkait aset yang hilang dan dugaan penggelapan pajak puluhan miliar oleh pihak swasta.

Para demonstran diterima Sekretaris Daerah Kota Bogor di Balaikota Bogor sekitar pukul.15.30 WIB. Saat dialog di ruang rapat Paseban Surawisesa, Sekda Syarifah Sofiah didampingi Kabapenda Deni Hendana dan Kabag Hukum dan HAM Alma Wiranta.

GEMPPAR mempertanyakan kinerja Pemkot Bogor terkait aset & pajak yg belum ada realisasi penyelesaiannya.

Dalam kesempatan itu Sekda Syarifah Sofiah mengapresiasi dan menerima laporan GEMPPAR untuk menyampaikan persoalan aset & pajak yang menguap, mana kinerja Pemkot Bogor.

Kabag Hukum dan HAM Alma Wiranta SH,MH (HAN) menjelaskan, seputar persoalan aset dan pajak Pemkot Bogor yg menguap, kami telah menginventarisir persoalan tersebut sejak April 2021.

Persoalan aset, ujar Alma, kami sudah bentuk tim penyelamatan Aset Kota Bogor yg saat ini sedang bekerja membuat kajian, nanti hasilnya tentu akan kami sampaikan, sebagai informasi publik sesuai UU.KIP. No. 14.2008.

Alma mengatakan, penyelamatan aset ini bisa terjadi seperti di Kota Surabaya yg dicuatkan ke permukaan pada tahun 2015 dan sampai pada tahun 2018 pada akhirnya berhasil menyelamatkan Aset daerah seluruhnya sekitar Rp 2 trilyun.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai Kejuruan mendemo Kejaksaan Negeri Kota Bogor, atas hilangnya aset dan dugaan penggelapan pajak puluhan miliar. Pendemo menilai Kejari setempat lelet dalam pengusutan hilangnya aset Bogor golf seluas 23 hektar di Jalan Dr Semeru Kota Bogor.

Saat orasi nama Kajari Bogor, Sefti Anggraini berulang kali disebut sebut dalam orasi, yang digelar di depan kantor Kejaksaan Negeri Bogor Senin (6/9/2021) siang.

Para Mahasiswa menilai Kajari Bogor Sefti Anggaraini diminta untuk tidak terjebak romantis dengan pengelola. Mereka menyebut Kejari Bogor tak mampu menemukan kandang tikus atas raibnya aset Pemkot yang dicuri.

Menurut data yg ada kurang lebih aset yg raib tak kurang dari 23 hektar yang dicuri dan telah berlangsung lama. Para pendemo mendesak Kejaksaan untuk mengusut mafia pajak yg merugikan pemerintah daerah.

“Beberapa data telah disampai dua kali berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejari tapi tak ada hasil. Setiap ditanya pihak Kejari selalu berkelik akan mempelajari kasus tersebut. Modus,” ujar pedemo.

(Ii Syafri/23)