Kasus Pemerasan dan Penganiayaan Kades Sukamantri Ciamis Berakhir Damai

869
Penyampaian maaf dari pelaku (kiri), kepada Kades Sukamantri di ruang Kanit Reskrim Polsek Panjalu.
Dialog antara Kapolsek dan Kades Sukamantri di Mapolsek Panjalu.

berantasonline.com (Ciamis Jabar) – Kasus pemerasan berujung penganiayaan Kepala Desa Sukamantri Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis, Ii Kuswara (62), yang dilakukan seorang warga Dusun Sukamantri II, Erwin (38), Kamis sore (14/6), berakhir dengan damai.

Proses islah dilakukan kedua belah pihak di Kantor Polsek Panjalu dengan menandatangani surat perdamaian, Sabtu malam (16/6) sekitar pukul 21.00 wib, disaksikan Kanit Reskrim Polsek Panjalu IPTU Bubun, Bhabinkamtibmas Desa Sukamantri Brigadir Mulyana, keluarga korban dan pelaku.

Kades Sukamantri Ii Kuswara, Minggu pagi (17/6) menuturkan, islah akhirnya bisa tercapai setelah mempertimbangkan penyampaian maaf dari keluarga pelaku, disisi lain munculnya surat pernyataan sikap dari tokoh masyarakat Sukamantri yang mendukung proses hukum agar tetap berlanjut.

“Saya lihat masalah ini sudah melibatkan masyarakat luas yang terpicu emosi, maka atas pertimbangan tersebut saya bersedia diajak islah, agar situasi di sukamantri tetap kondusif, apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan sejumlah kegiatan desa yang menuntut situasi aman. Mudah-mudahan peristiwa ini membawa hikmah baik, dan bagi Erwin yang notabene warga saya dapat menjadikan masalah ini sebagai pelajaran berharga”, tutur Kades.

Dalam surat perdamaian, Erwin mengakui telah berbuat khilaf dan meminta maaf kepada korban dan seluruh warga Sukamantri atas peristiwa tersebut, serta berjanji tidak akan kembali berbuat onar dengan penjamin Bhabinkamtibmas Desa Sukamantri Brigadir Mulyana dan kakak pelaku bernama Ojan.

Sementara itu, Kapolsek Panjalu AKP Sumairi saat dikonfirmasi berantasonline.com menyambut baik bila terjadi perdamaian antara kedua belah pihak, “Alhamdulillah jika bisa diselesaikan dengan baik-baik demi terjaganya Kamtibmas di Desa Sukamantri”, tandasnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa penganiayaan diawali dari tindakan nekad Erwin yang meminta Kades memberikan THR dari Kas Desa Sukamantri sebanyak Rp 8 Juta namun ditolak, hingga terjadi insiden pemukulan dan dilaporkan ke Polisi.

Kapolsek Panjalu AKP Sumairi setelah mendengar laporan dari korban, Kamis malam (14/6) sekitar Pukul 19.30 wib langsung memerintahkan anggotanya untuk mengamankan pelaku agar situasi tidak memanas.

(indrawan)