Karta Mandiri Benteng Utara Butuh Bantuan Anggaran Pusat

25

berantasonline.com (SULSEL) – Kegiatan pemangkasan dan pembersihan bangkai dua pohon pinus yang tumbang di pesisir pantai sebelah barat kota Benteng, tepat di ruas jalan Metro Bua-Bua Barat Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu locus perhatian pengurus Karang Taruna “Mandiri” Kelurahan Benteng Utara.

Hal tersebut diutarakan Ketua Karta “Mandiri” dalam press realess yang dilayangkannya kepada wartawan, hari Senin, (18/03) siang.

Ia menegaskan, kedua pohon tersebut telah selesai dieksekusi dan dibersihkan dan selanjutnya tinggal menanti armada mobil sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (KLH) kabupaten.

Giat eksekusi pemangkasan dan pembersihan bangkai pohon tumbang dilakukan hari Senin, (18/03), pada sekira pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 09.00 Wita.

Lebih lanjut, Fadly menuturkan, hal ini telah dikoordinasikan kepada Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan via whatsapp, beberapa jam setelah dilakukannya kegiatan pemangkasan.

Terkait hal tersebut, Fadly Syarif menandaskan, pihaknya telah mengirimkan permohonan lisan kepada pengurus Karang Taruna Indonesia pusat agar Karang Taruna “Mandiri” Kelurahan Benteng Utara dapat diberi perhatian dan perlakuan khusus dari sisi anggaran.

Alokasi anggaran dimaksud diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengadaan tenda peleton, tenda lorong, pengadaan alat komunikasi radio right, alat P3K, teropong, matras, perahu karet, pelampung life jacket, kantong mayat, dan pengadaan armada mobil ambulance karang taruna.

Pengajuan anggaran tersebut sengaja dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi wilayah kerja Karang Taruna “Mandiri” Kelurahan Benteng Utara yang tepat berada di pesisir pantai sebelah barat Kota Benteng dan rutin menjadi tempat terdamparnya barang-barang kiriman dari kapal atau perahu yang secara kebetulan mengalami laka laut.

“Pesisir pantai sebelah barat kota Benteng sangat riskan dan bahkan kerap menjadi ‘langganan’ cuaca extreme”, urainya.
Wilayah Kelurahan Benteng Utara juga disebut sebagai salah satu lokasi rawan bencana banjir, baik saat musim hujan, maupun, saat terjadinya luapan air laut (banjir rob).

“Itulah yang kemudian menjadi dasar pertimbangan pengajuan alokasi anggaran kepada pihak Kemensos RI, yang diharapkan dapat difasilitasi pengajuannya melalui Karang Taruna Pusat”, kuncinya.

(Hms Karta Mandiri)