Kapolri Didesak Turun Tangani Penganiayaan Tahanan Hingga Tewas di Medan

773

Jakarta, BERANTAS

Ketua Umum DPP LSM Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR) Khotman Idris Sabtu (27/11-2021) mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan menuntaskan kasus pemukulan tahanan oleh sesama tahanan dan kemungkinan terlibatnya oknum aparat di Kota Medan.

Sebagaimana ramai diberitakan, seorang tahanan bernama Hendra Syahputra (49) sebelumnya disiksa oleh sesama tahanan diduga karena menolak memberi uang sebesar Rp 5 juta.

Polrestabes Medan telah menetapkan 6 orang tahanan sebagai tersangka. Menurut Wakil Kapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji, Polisi menemukan alat yang digunakan untuk menganiaya korban.

Menurut Pengacara publik dari LBH Medan Irvan Saputra, katakan penganiayaan tahanan hingga meninggal dunia seharusnya tidak terjadi jika Polrestabes Medan memedomani Peraturan Kapolri No 4 tahun 2005 tentang Pengurusan Tahanan pada Rumah Tahanan Polri.

“Aturan itu melindungi tahanan dari segala bentuk penyiksaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia”, ujarnya.

Sebelumnya Polisi menyebutkan Hendra meninggal karena sakit. Namun setelah dilakukan otopsi serta pemeriksaan saksi saksi dan bukti, kami menetapkan 6 orang tersangka, ujar Wakapolrestabes Medan AKBP. Irsan Sinuhaji, Jum’at (26/11-2021).

Keenam tersangka adalah TS (35) WS (20) J(25) NP(21) HS(45) dan HM(44).

Menurut Wakapolrestabes Medan, Hendra yang tahanan a susila itu demam tinggi dan dibawa ke Klinik Kesehatan Polrestabes Medan (Senin 22/11-2021).

Keesokan harinya kondisi ya semakin parah dan mengalami kejang, hingga dilarikan ke RS Bhayangkara Medan.

Pada Selasa malam (23/11-2021) Hendra menghembuskan nafas terakhir (meninggal dunia).

Polisi melaporkan kepada keluarga bahwa Hendra meninggal karena sakit. Akan tetapi keluarga curiga melihat ada lebam disekujur tubuh Hendra. Mereka meminta pendampingan dari LBH Medan. Kasus itupun diselidiki setelah mereka melaporkan dugaan penganiayaan.

Ketua Umum DPP LSM PAR Khotman Idris mengharapkan, agar Kapolri memberikan sangsi tegas atas kelalaian aparat di Kota Medan sehingga tewasnya tahanan yang semestinya dilindungi. “Saya percaya Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan bertindak tegas, ujar Khotman menambahkan.

(Bust/kp/red.02)