Kantor BPN/ATR Kabupaten Bogor Tingkatkan Sistem Pelayanan

220

Berantasonline.com (Cibinong-Kab Bogor) — Kantor Badan Pertanahan Nasional /Agraria Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Bogor saat ini sedang gencar melakukan reformasi salah satunya dengan melakukan peningkatan  sistem pelayanan sehingga sudah  bisa diakses secara online,

Sejumlah masyarakat yang dijumpai berantasonline.com di kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Cibinong,  seni (12/2)  berharap bahwa dengan adanya sistem baru ini pelayanan bisa lebih cepat, efektif dan efisien.

“Setelah penerapan  sistem Online ini,  pelayanan BPN relatif cepat dan tidak bertele-tele, karena seluruh loket yang disediakan bisa melayani semua jenis permohonan,” ujar Aries Munandar, warga Kabupaten Bogor.

Menurutnya, paling tidak, kini saatnya personel pelayanan Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Bogor mengikuti ritme online system. Bila perlu, jika tak penting-penting banget, saat memberikan pelayanan ke warga, mereka petugas tak main telepon/HP.

“Dengan menerapkan disiplin pelayanan, sehingga para pegawai BPN waktu yang berjalan benar-benar bermanfaat dalam mempercepat pelayanan. Jadi, tak ada korupsi waktu,” ungkapnya.

Aris juga berharap seluruh sumber daya manusia ATR/BPN bisa mengedepankan integritas, dimana sikap positif, beretika, bisa bekerjasama, mempunyai visi, profesional, tidak mempersulit dan tepat waktu bisa digunakan sebagai panduan dalam bekerja.

Hal senada juga diungkapkan salah satu pemohon, Budi yang mengaku tinggal di Cijujung Sukaraja Bogor dan sering mengaku mengurus tanah di BPN Cibinong, dirinya merasakan adanya perubahan layanan yang diterapkan oleh BPN Cibinong, karena sekarang pelayanan di loket depan telah menggunakan sitem antrian automatic.

“Reformasi pelayanan publik di instansi yang punya kewenangan dalam urusan tanah itu belakangan ini mendapatkan mendapat apresiasi warga, khususnya para pemohon ,” tuturnya.

Ditempat yang sama seorang Notaris/PPAT Kabupaten Bogor yang enggan disebut namanya mengatakan, sebagai PPAT sekaligus pihak yang berkepentingan dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, dirinya juga berharap seluruh sumber daya manusia ATR/BPN bisa mengedepankan integritas, dimana sikap positif, beretika, bisa bekerjasama, mempunyai visi, profesional, tidak mempersulit dan tepat waktu bisa digunakan sebagai panduan dalam bekerja.

“Saya juga berharap kepada seluruh personel Kementerian ATR/BPN untuk mengenali secara utuh tugas pokok lembaga ini, lakukan pemahaman secara lengkap,” kata pria pemegang gelar Master Kenotariatan tersebut

Sementara itu, pengembang bernama Achmad Nasir Fikri mengapresiasi perubahan di lingkungan Badan Pertanahan Kabupaten Bogor, dengan melakukan terobosan dalam hal pelayanan, namun demikian pihaknya berharap jangan sampai gara-gara BPN sedang gencar melaksanakan program Pendaftaran Tanah Sistimatik Lengkap (PTSL), tapi pelayanan rutin jangan menjadi lambat.

Kepala Seksi Hubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Budi Kristiyana

“Memang benar, lembaga BPN ini fungsinya hanya dua, pertama membuat setiap jengkal tanah yang ada di sini bersertifikat semua. Kedua, memastikan ruang tertata dengan baik dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” kata pria asal Palembang tersebut.

Kepala Seksi Hubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Budi Kristiyana ketika dikonfirmasi menyatakan, bahwa pasca penerapan sistem online, jajarannya mereformasi pelayanan publik, baik pada penataan ruang kantor, pelayanan informasi dan pendaftaran di customer services maupun pelayanan informasi proses pengurusan hak atas tanah dan kapan waktu sertipikat itu selesai.

“Kami juga mengubah pelayanan pendaftaran. Ini bisa dilakukan di semua loket, agar lebih cepat. Demikian juga untuk pengambilan sertifikat,” ungkap Budi.

Adapun terkait mengenai, program pemerintah pusat mengenai PTSL, meski pihaknya padat dengan pekerjaan sertipikasi tanah rakyat mencapai puluhan ribu, tapi BPN secara rutin tetap melayani permohonan pengurusan tanah diluar program PTSL, meski pegawainya siang malam harus selalu stand by di bascamp PTSL di sejumlah desa dan kelurahan yang wilayahnya terkena program PTSL tersebut.

“Untuk itu, kami mohon pengertian dan kesadaran para tamu, terutama bagi warga yang akan ketemu dengan pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor kita selektif. Dalam hal ini selektif bukan berarti melarang, tapi membatasi tamu lebih tertib, sehingga waktu kerja para pegawai benar-benar efektif, efisien, dan tepat sasaran. Jadi, tak lagi dusta di antara kita alias sama-sama saling menjaga akan tugas, hak dan kewajiban,” pungkasnya. (Piyarso Hadi)